Skip to Content

April 2010

kumpulan cerpen:Novi

“Catatan yang Hilang”

Oleh Novi Rovika

 

Langit muram, angin yang bertiup menelisik sebagian ruang hati terasa seperti beledu. Suara-suara menelan kesunyian yang sedari tadi membekamnya. Tak ada harapan, seakan ini adalah ahir sebuah pengharapan.

Bukannya Kritis Malah Kayak Teroris (Gara-gara Puisi) dan Pengharapan Semu

 

             Bener-bener tugas sekolah bikin pusing. Begitu seperti yang sekarang ada di benak Yayan dan Eki.

“Yan, gue da..dapet nih…….” Sembari mulutnya megap-megap mau ngomong tapi gak ada satu kata pun yang ke luar. Biasa kalau saking senengnya penyakit gagap Eki kambuh lagi.

Catatan yang Hilang

            Langit muram, angin yang bertiup menelisik sebagian ruang hati terasa seperti beledu. Suara-suara menelan kesunyian yang sedari tadi membekamnya. Tak ada harapan, seakan ini adalah ahir sebuah pengharapan.

Puisi-puisi Novi Rovika

Kidung Hati

 

Tak ayal lagi perasaan ini,

Saat ku putar rekaman memoriku yang lalu

Ada sekelumit perasaan ironi

Dalam kagalauan dan kecemasan.

Kadang ku tak percaya  dengan tabularasa

Angan-angan Palsu

Aku ingin bunga yang dulu

Berkembang dalam hidupku,

Kembali menghiasi hari-hariku.

 

Sepenggal Kisah Kelabu

Kepingan puing-puing sebuah kisah

Takkan bisa lagi menyatu.

 

Kisah indah yang pernah ada,

petualang kecil

Penutup tubuh yang ternodai oleh coklatnya debu
Kulit coklat yang terpanggang mentari
Kusam dan terlihat berat terlindas roda dunia yang kuat menghantam
Tangan kecil hitam menari-nari melahirkan gemerincing irama
Mulut negronya membentuk sebuah bait penuh nada
Mata tanpa dosa itu bersinar ketika tangan menyentuh logam bundar itu
Alangkah kecilnya mereka

entah

Entah, sampai kapan cinta ini kan melanda diri
Entah, sampai kapan panah ini terus menancap hati
Diriku sungguh tak berdaya bila harus berperang melawan cinta
Melawan kabut cinta yang memenuhi tubuh
Kabut pekat yang menjadikan mata dan hati dibutakan olehnya
Tapi, hatiku memang tak ingin melawannya
Sosok diri yang begitu terkenal di hati

Benci Yang Berlalu

Hatiku bergemuruh di dalam sangkar

Yang terkunci dari sebuah mimpi

 

Ragaku tak bertulang untuk

Meraih mimpi yang jauh

cinta yang mati

Hening dunia di jiwaku
Hanya terasa desiran darah yang berlari
Dentuman detak jantung hidup yang berirama sendu
Hanya itu, hanya itu yang ada
Tiada pengisi jiwa yang ramai melukis indah di hati
Tiada lagi syair merdu yang mampu menerbangkan sayap cinta
Segala indah terbakar begitu saja oleh panas neraka asmara
Hangus pun menyertai kepergian cinta



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler