Skip to Content

September 2019

PANJANG UMUR PERJUANGAN

Wakil kami yang budiman

Tolong suara kami engkau dengarkan

Wakil kami yang terhormat

Tolong aspirasi kami engkau catat


Katastrofe Bangsa Indonesia

Katastrofe Bangsa Indonesia

titik sunyi

pada kedalaman ini

ku simpan setitik sunyi

mengalir lalu mengendap

jadi darah dagingmu

 

ketika detak bergerak

kita mulai mencari nama

Puisi-Puisi Melki Deni

Malam Minggu Ini 

 

Angin meracau lagi,

Ada kabar duka di sekitar taman kota ini. 

Percakapan bumi dan langit

 

Di suatu masa, Buana telah menyeru kepada langit, Wahai engkau yang dinamakan langit, Apakah kau tiada melihat Seluruh yang ada di atasku telah lama menggeliat, Mereka menjerit-jerit. Tanah yang ada di permukaan ku telah lama kerontang, seluruh Insan manusia pun mulai murung. Rumput beserta segenap makhluk rasakan kekeringan yang mengakibatkan sengsara tiada ujung.

PRASASTI PATAH HATI

Rembulan runtuh di pelupuk malam selepas senja meninggalkan
Sunyi mencekam... tak ada senandung malam di lebatnya belukar rindu
Hanya terdengar lolongan srigala di kejauhan

surah al-khabib

Dengan menyebut namaMu

Yang setia memelihara sepi

pray for riau

Dahulu. Di pusar sumatera

Adalah sorga

Pelbagai sukusuku,

Agama, bahkan ekosistem

Bersua atas keragaman

 

Tanahnya begitu subur

Sajak Pengantin

Kubesuk kediamanmu

dengan pakaian putih-putih

lalu kaupun timbul, gemerlapan

dalam baju pengantin

masing-masing kita memendam debar

Pejantan

Gadis-gadis berpredikat manja

dan tidak berdaya

bergelantungan di lengan-lengan kuatnya

termakan manisan dan buaian

 

"Tuan !" hardiknya,



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler