Skip to Content

Rumah Puisi Taufik Ismail Gelar Pelatihan

Foto Hikmat

Rumah Puisi Taufik Ismail di Aie Angek, Kecamatan X Koto, Kabupaten Tanahdatar, Sumatera Barat, kembali menggelar pelatihan membaca, menulis dan apresiasi sastra (MMAS), Jumat (16/9) hingga Rabu (28/6).

"Kegiatan ini merupakan program kerjasama Rumah Puisi dengan Pusat Pengembangan dan Pemberdayaan Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PPPPTK) Bahasa Departemen Pendidikan Nasional RI, dikhususkan untuk guru-guru SD se-Sumatra," kata Taufiq Ismail yang didampingi pengelola Rumah Puisi Muhammad Subhan di Padangpanjang, Kamis.

Pelatihan MMAS bagi guru-guru SD dengan pola 140 jam (14 hari) itu, jelas dia, merupakan kegiatan yang kedua. Sebelumnya, pada  2010 Rumah Puisi bekerja sama Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) menggelar pelatihan serupa untuk guru-guru Bahasa Indonesia tingkat SMP se-Sumatera.

Selain tim dari PPPPTK Bahasa Kemdiknas, instruktur yang akan memberikan materi MMAS adalah sastrawan-sastrawan nasional, seperti Taufiq Ismail, Jamal D Rahman, Joni Ariadinata, Iman Soleh, Gus tf Sakai, Supraptiningsih, DR Sastri Sunarti, Elina Syarif, dan lainnya. Darman Moenir akan tampil sebagai sastrawan tamu, menyampaikan pengalaman kreatifnya sebagai penulis di depan guru-guru.

Dia menambahkan, pada Senin (26/9), Rumah Puisi akan kedatangan dua seniman tamu, yaitu Jajang C Noer dan Ratna Riantiarno. Jajang C Noer merupakan aktris film yang sudah tidak asing lagi di blantika perfilman tanah air. Sedangkan Ratna Riantiarno salah seorang aktivis teater Indonesia yang sudah malang melintang, baik di Indonesia maupun di luar negeri.

"Jajang C. Noer dan Ratna Riantiarno akan turut memberikan motivasi kepada guru-guru yang mengikuti MMAS," kata Taufik Ismail.

Program mengundang seniman dan sastrawan tamu di Rumah Puisi dilakukan dua sampai tiga kali dalam setahun. Program tersebut sudah berjalan sejak tahun 2009. Selain untuk memperkenalkan Rumah Puisi kepada para peserta, sekaligus memberi kesempatan menulis tentang Sumatera Barat dan tulisan itu akan diterbitkan di media.

Materi tataran yang akan diterima peserta MMAS, di antaranya membaca dan menulis puisi dan prosa/dongeng, lalu membaca, menulis dan dramatisasi (drama), kemudian menulis prosa (deskripsi dan narasi), desain pembelajaran sastra (LKS Pembelajaran Sastra), dan sejumlah materi lainnya.

MMAS, sebutnya,  bertujuan agar guru dapat menerapkan cara pandang baru pengajaran sastra yang asyik, gembira dan mencerahkan. Guru juga dapat menumbuhkan kecintaan siswa membaca buku dalam bidang apapun yang secara awal ditumbuhkan melalui kecintaan membaca karya sastra.

Peserta MMAS seluruhnya berjumlah 30 orang, berasal dari Tenayan, Duri (Riau), Kecamatan Pasar, Maramis (Jambi), Kabupaten Tamiang, Kota Banda Aceh (Aceh), Berastagi, Kebun Jahe, Simalungun, Siantar (Sumut), Padangpariaman, Tanahdatar, Dharmasraya, Pasaman, Padangpanjang (Sumatera Barat), dan Bengkulu. (KOMPAS)


Sumber: oase.kompas.com, Jumat, 16 September 2011 07:25 WIB

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler