Skip to Content

Kekuatan Baru Sastra Indonesia

Kekuatan Baru Sastra Indonesia

www.jpnn.com - "Ada upaya serius dari penulis untuk menggambarkan detail tentang lembaga-lembaga dan gedung resmi pemerintahan dalam novel ini.

Simbol Ketidakadilan: Koin, Sandal Hingga Tikus

Simbol Ketidakadilan: Koin, Sandal Hingga Tikus

www.detiknews.com - Ada banyak cara untuk melakukan protes. Beberapa kalangan menggunakan benda-benda tertentu sebagai wujud protes. Ada yang menggunakan koin, sandal jepit, hingga tikus untuk meneriakkan tuntutan keadilan.

Menulislah dengan Profesional

Menulislah dengan Profesional

www.pikiran-rakyat.com - Sekalipun menulis puisi merupakan dunia rekaan, sebagaimana dikatakan Prof. Dr, A. Teeuw pengamat sastra Indonesia asal Belanda, yang banyak jasanya memperkenalkan sastra Indonesia di Belanda sana, pada kenyataannya menulis puisi bukan dimaksudkan untuk sekadar main-main. Menulis puisi, harus ada tujuan.

Ngobrol Politik Santai Di Kafe

Ngobrol Politik Santai Di Kafe

www.wartanews.com - Tak salah, kalau Najib Mahfudz, seorang sastrawan tersohor Mesir peraih nobel sastra pada 1988, rela meluangkan waktu cukup lama untuk singgah di kafe.

ombiKekuatan Baru Sastra ...ombiSimbol Ketidakadilan: ...
ombiMenulislah dengan ...ombiNgobrol Politik Santai ...

Prosa

Memori

Memori

Ranjang

Ranjang

Lelaki yang Menyesali Peruntungannya

Lelaki yang Menyesali Peruntungannya

www.suarakarya-online.com - "Kenapa aku tidak beruntung?" renungnya. Alangkah malang lelaki ini, dia tidak memahami makna sebuah cobaan yang kapan saja diberi Tuhan.

Tuhan Menimbang

Tuhan Menimbang

Titip Jual

Titip Jual

Ayu Tergeletak di Ranjang, Djenar Maesa Ayu Menunggu Giliran

Ayu Tergeletak di Ranjang, Djenar Maesa Ayu Menunggu Giliran

fiksi.kompasiana.com - puisi centil : ahmad al jaylani

“Jangan main-main dengan kelaminmu,’’ teriak Djenar Maesa Ayu.

Ini gaya
Bersih, estetik dan mendidik
Ada keterbukaan, ada kejujuran dan kelembutan
Yang bermain-main di sekitar selangkangan.

Sayup-sayup di ujung senja kudengar Taufik Ismail marah-marah;
‘’ini bukan karya sastra! Ini pornografi!’’.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler