Skip to Content

Kekuatan Baru Sastra Indonesia

Kekuatan Baru Sastra Indonesia

www.jpnn.com - "Ada upaya serius dari penulis untuk menggambarkan detail tentang lembaga-lembaga dan gedung resmi pemerintahan dalam novel ini.

Simbol Ketidakadilan: Koin, Sandal Hingga Tikus

Simbol Ketidakadilan: Koin, Sandal Hingga Tikus

www.detiknews.com - Ada banyak cara untuk melakukan protes. Beberapa kalangan menggunakan benda-benda tertentu sebagai wujud protes. Ada yang menggunakan koin, sandal jepit, hingga tikus untuk meneriakkan tuntutan keadilan.

Menulislah dengan Profesional

Menulislah dengan Profesional

www.pikiran-rakyat.com - Sekalipun menulis puisi merupakan dunia rekaan, sebagaimana dikatakan Prof. Dr, A. Teeuw pengamat sastra Indonesia asal Belanda, yang banyak jasanya memperkenalkan sastra Indonesia di Belanda sana, pada kenyataannya menulis puisi bukan dimaksudkan untuk sekadar main-main. Menulis puisi, harus ada tujuan.

Ngobrol Politik Santai Di Kafe

Ngobrol Politik Santai Di Kafe

www.wartanews.com - Tak salah, kalau Najib Mahfudz, seorang sastrawan tersohor Mesir peraih nobel sastra pada 1988, rela meluangkan waktu cukup lama untuk singgah di kafe.

ombiKekuatan Baru Sastra ...ombiSimbol Ketidakadilan: ...
ombiMenulislah dengan ...ombiNgobrol Politik Santai ...

Pokok dan Tokoh

8 Penulis Fenomenal Terkaya di Indonesia

8 Penulis Fenomenal Terkaya di Indonesia

annida-online.com - Bila selama ini kamu selalu berpikir bahwa menulis adalah perkerjaan yang membosankan, mungkin sebaiknya kamu mulai berpikir salah tentang asumsimu itu. Karena menulis ternyata bisa menjadi sumber penghasilan yang mungkin membuat kalian iri setelah membaca tulisan ini.

Motinggo Busye: Sastrawan Yang Konsisten Dalam Kesenian

Motinggo Busye: Sastrawan Yang Konsisten Dalam Kesenian

id.shvoong.com - Darah kecintaan pada sastra telah mengalir dari Sang Ayah kepada dirinya.

W.S. Rendra

W.S. Rendra

id.wikipedia.org - Wahyu Sulaeman Rendra (lahir sebagai Willibrordus Surendra Broto Rendra, lahir di Solo, Jawa Tengah, 7 November 1935 – meninggal di Jakarta, 6 Agustus 2009 pada umur 73 tahun) adalah penyair ternama yang kerap dijuluki sebagai "Burung Merak". Ia mendirikan Bengkel Teater di Yogyakarta pada tahun 1967 dan juga Bengkel Teater Rendra di Depok.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler