Dapur Sastra http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra-feed/feed id Puisi Lama http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/belajar-menulis/puisi-lama <em>Hei...</em> <em>Dew.....<br />Embun Berkilau riang<br />Menyongsong hari yang terang<br />dengan sedikit tetesan air hujan<br />&nbsp;aku menunggu hujan terang<br />&nbsp;dengan sabar dan kasih sayang<br />&nbsp;menunggu mu pulang</em> <p><em><br /></em> </p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/belajar-menulis/puisi-lama" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/belajar-menulis/puisi-lama#comments Belajar Menulis Tue, 19 Mar 2019 01:34:29 +0000 nadya tri 23854 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “PAROMPA SADUN KIRIMAN IBU” KARYA HASAN AL BANNA http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-parompa-sadun-kiriman-ibu-karya-hasan <p>Kembali rasa pedas itu membikin merah dan menggetarkan kedua matanya. Rasa itu pula yang kemudian menghimpun kesedihannya, lantas butir-butir air—hangat dan berasa garam—menghilir ke pipinya yang letih. Hembus napasnya berderak, dadanya sesak! Macam ada bongkahan bertaring yang kian detak kian membengkak. Oihdah, selalu ada pedih yang tak terkisahkan selain dengan lantak air mata.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-parompa-sadun-kiriman-ibu-karya-hasan" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-parompa-sadun-kiriman-ibu-karya-hasan#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Mon, 18 Mar 2019 08:44:58 +0000 SIHALOHOLISTICK 23852 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “SAMBAL KELUARGA” KARYA PUTHUT EA http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-sambal-keluarga-karya-puthut-ea <p>Di keluargaku, ada satu jenis sambal yang nyaris tidak pernah absen dari meja makan kami, terutama saat makan pagi. Sambal itu sangat sederhana, baik bahan maupun cara pembuatannya. Beberapa butir cabai hijau, ditambah sepotong kecil bawang putih dengan garam secukupnya, lalu ditetesi minyak goreng panas sisa menggoreng sesuatu.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-sambal-keluarga-karya-puthut-ea" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-sambal-keluarga-karya-puthut-ea#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Mon, 18 Mar 2019 08:44:01 +0000 SIHALOHOLISTICK 23851 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “ANAK PANAH” KARYA HARRIS EFFENDI THAHAR http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-anak-panah-karya-harris-effendi-thaha <p>Untuk yang kesekian kalinya Nyonya Rakusni menanyakan tentang kemajuan studi Agus di Bandung, putra Anisah, ketika Anisah menerima beberapa liter beras untuk jasa mencuci pakaian. Anisah yang kelihatan lebih tua dari usianya itu tampak begitu gelisah.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-anak-panah-karya-harris-effendi-thaha" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-anak-panah-karya-harris-effendi-thaha#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Mon, 18 Mar 2019 08:42:58 +0000 SIHALOHOLISTICK 23850 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “ANAK IBU” KARYA REDA GAUDIAMO http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-anak-ibu-karya-reda-gaudiamo <p>1978</p> <p>“Berapa?”</p> <p>“Lima setengah.”</p> <p>“Lima?”</p> <p>“Lima setengah, Bu.”</p> <p>“Lima setengah ya lima!”</p> <p>“Tapi bisa jadi enam, Bu.”</p> <p>“Siapa bilang? Kalau lima koma delapan atau sembilan bisa dibulatkan ke atas. Tapi lima setengah, tetap lima! Lima!”</p> <p>“…”</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-anak-ibu-karya-reda-gaudiamo" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-anak-ibu-karya-reda-gaudiamo#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Mon, 18 Mar 2019 08:40:50 +0000 SIHALOHOLISTICK 23849 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “LORONG” KARYA MUSTAFA ISMAIL http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-lorong-karya-mustafa-ismail <p>Lorong itu sangat sunyi. Tidak ada satu pun yang lewat, sore itu. Bahkan tiap sore, sangat jarang yang lewat di lorong sepanjang 700 meter itu. Semua rumah dan gedung di sana membelakangi lorong itu dengan temboknya yang tinggi. Semua seolah tidak mau membuatnya sebagai jalan untuk dilewati.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-lorong-karya-mustafa-ismail" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-lorong-karya-mustafa-ismail#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Mon, 18 Mar 2019 08:39:27 +0000 SIHALOHOLISTICK 23848 at http://www.jendelasastra.com PUISI-PUISI SUTAN TAKDIR ALISJAHBANA http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/puisi-puisi-sutan-takdir-alisjahbana <p><strong>SE</strong><strong>INDAH INI</strong></p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Tuhan,</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Terdengarkah kepadamu himbau burung di hutan</p> <p>sunyi meratapi siang di senja hari?</p> <p>&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp; Remuk hancur rasa diri memandang sinar lenyap</p> <p>menjauh di balik gunung.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/puisi-puisi-sutan-takdir-alisjahbana" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/puisi-puisi-sutan-takdir-alisjahbana#comments Lain-lain Koleksi Puisi Sutan Takdir Alisjahbana Sat, 15 Feb 2014 04:11:07 +0000 SIHALOHOLISTICK 12597 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “PENGEMBARAAN SARIDIN” KARYA S PRASETYO UTOMO http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-pengembaraan-saridin-karya-s-prasetyo <p>Tak ada lagi yang bisa dilacak Saridin. Ia pulang dengan hampa harapan. Tak ditemukan siapa pun di rumah. Telah beberapa hari ini ia ditinggalkan istri. Untuk masuk ke dalam rumah, ia tak dapat. Rumahnya sudah disita bank. Ia termangu di pelataran. Langit memutih. Burung-burung sriti menyambar-nyambar. Gerimis tipis menerpa puncak hidungnya. Tubuhnya menggigil.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-pengembaraan-saridin-karya-s-prasetyo" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-pengembaraan-saridin-karya-s-prasetyo#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Thu, 07 Mar 2019 06:44:07 +0000 SIHALOHOLISTICK 23831 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “MENANTU BARU” KARYA DAMHURI MUHAMMAD http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-menantu-baru-karya-damhuri-muhammad <p>Sudah lama Irham tak menerima kiriman oleh-oleh. Rendang Ikan Pawas Bertelur. Gurih dan sedapnya seolah sudah terasa di ujung lidah. Apa Mak sedang susah? Hingga tak mampu lagi beli Ikan Pawas Bertelur dan bumbu-bumbu masaknya? Tak mungkin! Kiriman wesel dari anak-anak Mak, rasanya tak kurang-kurang. Lebih dari cukup.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-menantu-baru-karya-damhuri-muhammad" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-menantu-baru-karya-damhuri-muhammad#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Thu, 07 Mar 2019 06:41:49 +0000 SIHALOHOLISTICK 23830 at http://www.jendelasastra.com CERPEN KOMPAS 2006 “PIKNIK” KARYA AGUS NOOR http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-piknik-karya-agus-noor <p>Para pelancong mengunjungi kota kami untuk menyaksikan kepedihan. Mereka datang untuk menonton kota kami yang hancur. Kemunculan para pelancong itu membuat kesibukan tersendiri di kota kami. Biasanya kami duduk-duduk di gerbang kota menandangi para pelancong yang selalu muncul berombongan mengendarai kuda, keledai, unta, atau permadani terbang dan juga kuda sembrani.</p> <p><a href="http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-piknik-karya-agus-noor" target="_blank">baca selanjutnya</a></p> http://www.jendelasastra.com/dapur-sastra/dapur-jendela-sastra/lain-lain/cerpen-kompas-2006-piknik-karya-agus-noor#comments Lain-lain Cerpen Kompas 2006 Thu, 07 Mar 2019 06:39:04 +0000 SIHALOHOLISTICK 23829 at http://www.jendelasastra.com