Skip to Content

BELAJAR MENCIPTA PUISI BAGUS HANYA DENGAN WAKTU 11 MENIT

Foto eswa achmad
files/user/5798/29614menuliskreatif.jpg
29614menuliskreatif.jpg

MENCIPTA PUISI ITU GAMPANG

Oleh Sri Wintala Achmad

 

Pesan penulis sebelum memaparkan tentang cara mencipta puisi, hendaklah bagi calon penyair menganggap bahwa mencipta puisi itu mudah (gampang). Dengan demikian, seorang calon penyair akan berani untuk memulai dan terus mencipta puisi secara intensif. Hanya dengan cara itulah, calon penyair akan menjadi penyair dengan karya-karya berstandar kualitatif. Karya-karya yang bukan sekadar hadir, namun dapat memaknai kehadirannya.

Lantas bagaimana cara mencipta puisi?

Terdapat beberapa langkah yang harus diterapkan oleh calon penyair di dalam mulai mencipta puisi. Terdapat tujuh langkah dalam penciptaan puisi yang lazim diterapkan oleh para penyair. Ketujuh langkah tersebut, sebagai berikut:

 

1. Mengikuti Teori

Bagi penyair pemula hendaklah belajar mencipta puisi terlebih dahulu dengan mengikuti teori yang ada. Teori tersebut berkaitan sangat erat dengan struktur fisik dan batin puisi. Karenanya pelajari dulu dengan seksama tentang diksi, gaya bahasa, kata konkret, rima, imaji, nada, rasa, makna, dan intension yang merupakan unsur-unsur dalam karya puisi.

 

2. Menggunakan Naluri

Sesudah memahami dan menguasai teori, lupakan teori tersebut dan gunakan kekuatan naluri di dalam mencipta puisi. Kerahkan kekuatan rasa, imaji, dan intuisi di dalam mencipta puisi.

 

3. Teknik Penulisan

Ciptalah puisi dengan menggunakan huruf kapital pada kata kawal setiap kalimat (baris) atau seluruh baris puisi dalam satu bait ditulis dengan huruf kecil. Jangan menulis tanda baca yang tidak perlu. Di samping itu, tulislah judul dengan menggunakan huruf kapital semua atau huruf kapital hanya pada setiap awal kata (selain preposisi dan konjungsi).

 

4. Menggunakan Logika

Sesudah karya puisi digubah, revisilah dengan menggunakan kekuatan logika. Langkah-langkah di dalam melakukan revisi, sebagai berikut:

- Telitilah pemilihan kata (diksi), metafor, dan majas yang tidak tepat (logis). Sesudah ditemukan, gantilah dengan kata (diksi), metafor, dan majas yang tepat.

- Koreksilah apakah hubungan antar kata, baris, dan bait sudah padu. Kalau belum, benahi hingga padu dan membentuk satu makna.

- Buang kata-kata atau tanda baca yang tidak berguna. Dengan demikian, karya puisi akan lebih padat dan kental.

- Koreksilah aksara dan tanda baca. Karena kesalahan dalam penulisan aksara dan tanda baca, akan mengganggu pembaca.

 

5. Membuat Judul yang Tepat dan Menarik

Bila puisi telah direvisi hingga sempurna, maka tulislah judul yang tepat dan menarik. Judul yang tepat dan menarik adalah judul yang memberikan gambaran tentang isi puisi. Bila diibaratkan, judul adalah teras rumah, sementara isi dalam puisi adalah ruang interior dan isi rumah. Karenanya tanpa memberikan judul yang tepat dan menarik, seorang pembaca akan malas untuk membaca puisi Anda.

 

6. Mencantumkan Tempat dan Titi Mangsa

Cantumkan di mana (tempat) dan kapan (titi mangsa) puisi itu dicipta hingga selesai. Pencantuman titi mangsa terletak di bawah puisi. Pencantuman titi mangsa ini penting. Karena selain menandai di mana dan kapan puisi ditulis, pula sangat berguna bagi pembaca yang ingin mengetahui titi mangsa penulisan puisi tersebut.

 

7. Menulis Nama Kepenyairan

Tulislah nama kepenyairan baik sebelum atau sesudah judul. Bila nama kita kurang marketable, maka gunakan nama pena (nama samaran) yang mudah diingat oleh pembaca. 

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler