Skip to Content

Lirih Hujan

Lirih Hujan 

di ujung malam yang masih perawan

 

aku dengar

derai-derai yang membisu dicelah rintik hujan yang turun perlahan

diam dan diam

(DUHA) YG TERLUPA

duha bergulir diantara subuh-subuh yang terlupa

merangkak merobek celah mega merah

tersungkur bersimpuh diantara butir-butir tasbih

seperti penuh cahaya,

Di Jendela

Malam, padamu menelikung

menghunus belati yang canggung,

"Dimana jantung?"

naskah hujan

siapakah yang meriuhku, adakah sepi ?

menghalau angin memanah rembulan, dingin

mendesing hingga ke remangnya

sampai saat aku terlepas, benar.

Amira Zarra OvitteLirih Hujan Reni NA._sP(DUHA) YG TERLUPA
Rani Selalu SendiriDi Jendelasemut kampungnaskah hujan

Karya Sastra

Cerpen : lika-liku 4 wanita

Lika-Liku 4 Wanita

 

KEBETULAN

KEBETULAN

 

mungkin hanya kebetulan saja hujan deras mengurung kita

di sebuah toko mainan yang menjadikan kita serupa boneka:

TELUH PURNAMA

selagi bulan mekar

nubuat memperpanjang tujuan

dari arah kelam

tikungan tanpa hingga

kau cumbu aku dengan kecemasan

Persimpangan Itu

Kita yang tercegat di simpang itu, melorong sangsimu bercermin ke bilah pisau.

Kau yang melengkung ke pinggir mata, sedangkan aku melaju ke runcing tikam.

TUNA

Sejak ia membiasa menghutan tunanya, didapatinya sepercik api

dari zulmat itu, sejak tingkah yang masih singgah, masih leceh, ke riwayat diri

syair akhir zaman

syair akhir zaman,

"telah genap sudah, zaman mengawal kerajaan adam.
disetiap peralihannya ia selalu berpesan, untuk tidak menetap tinggal didalam istana.
ia tak pernah diam untuk berbicara, akan kegetiran sang tuan rumah.
nmun karena taatnya rakyat adam pada raja dunia, diambilnya satu persatu perabotan sang tuan rumah, shinggalah habis tak bersisa barang satupun jua.

Malam

Dalam keheningan malam

aku mengadu pada Mu

Namun..............

pantaskah diri ini ...

Ah ....

butiran air mata

menyusuri sluruh pori-pori

TIKUS-TIKUS KOTA

saat uang masih menjadi raja

bila dunia masih berputar mengitari sang surya

coba gantikan rupiah dengan jiwa patriotisme

itupun jika kau mampu

32.000 KAKI DI ATAS MASALEMBO

32.000 KAKI DI ATAS MASALEMBO

 

 

Ada gelegar panas dalam dingin malam,

Menjulurkan sepi di antara hiruk pikuk,

Sindikasi materi

Bookmark Pranala Luar



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler