Skip to Content

Elegi untuk Iza

Za…

Ada sesal di sini

ketika ruh kita tak saling bercumbu lagi

dalam persaudaraan yang sengaja kita cicipi

setelah dicipta sendiri

 

Malady of The Soul

Kepada Alanna,


20 tahun berlalu,

dan sebuah pertanyaan abadi membawaku padamu :

DI ALTAR PEMEDAL AGUNG

Langit  terdiam memainkan masa silam

menatap sunyi para leluhur

diantara bongkahan patung patung

dan lumut lumut yang tertahan

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Daviatul Umam el-SElegi untuk IzaNista Nihil NadirMalady of The Soul
Ida Bagus Gde ParwitaDI ALTAR PEMEDAL AGUNGombiKETIKA POLITISI BERPUISI

Karya Sastra

episode baru

aku rindu meramu hari dengan katakataku

entah, mungkin pagi ini

 

selaksa pesan yang mengalir melalui jarijemariku

masih terngiang jelas

HILANGNYA GITA

Maafkan aku, yang mulia. jika , aku tak becus bercerita. Dan kabulkan satu saja permohonanku, berikan aku hadiah terbesar berupa ilmu.

Jadi, begini Tuan:

Cerpen : Pulang

Masih saja hujan turun hari ini, dan mendung masih belum enggan untuk pergi dari kedudukannya. Jarum jam di arloji mungilku sudah menunjukkan pukul empat sore, tapi aku masih saja belum bisa keluar dari perpustakaan kecil ini.

HUJAN ADALAH LAGU

(1)

Hujan adalah lagu

Pada celah-celah batu

 

(2)

Kehidupan dimulai setelah titik air pertama

Yang jatuh membuka pejam kelopak mata

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

Bukankah kita berasal dari tanah gersang ?

Kita berkelakar dalam kelebat bayang yang tak tampak,


Malam Merenung Senja

mimpi dimana mimpi

selalu bergelayut rongga hati

berkecamuk menyeruak dada

tempat yang indah, nuansa musim gugur

CINTA SEMUSIM

Suatu senja, di awal musim semi

di jalanku, di jalan setapak yang kita lalui

ku lihat ada pelangi harap membentang

namun aku tak dapat mengatakan

MELATI YANG GUGUR

Engkau harum semerbak melati di musim semi

aroma melati putih yang bermekaran di pagi hari

harum tawamu tercium di sepanjang jalanku

Tuhan Menahan Hujan

entah berapa lama harap menunggu gemuruh

 

kemarau memaksa kita keluar menangkap sunyi

saat angin kehilangan arah dan tak hinggap di hijau dedaun

 

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler