Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Drama

Aku dan Cinta Yang terluka

Hidup memang penuh dengan masalah. Namun bagaimana kita mampu mengikhlaskan yang sudah terjadi sebelumnya. 

 

  Aku perempuan yang menyukai senja dan sepi, pun menulis. Namaku pipit, sedang kekasihku bernama erik. Hampir setahun aku menjalani sebuah hubungan dengan kekasihku. Erik.

*

Tuhan Tak Pernah Salah

Suatu saat, ingin ku katakan padanya bahwa " Tuhan tidak pernah salah".

 

Perempuan itu sering menikmati hujan sebagai cara untuk membuat cerita tentang rindu. Merapalkan doa tentang penantian berhari-hari, menanti sejatinya cinta yang harus di ikat oleh takdir tuhan.

CINTA YANG LUKA

Bukankah cinta itu berusaha?

Aaah saya begitu tersakiti olehnya.



Namaku bara, aku memiliki kekasih yang bernama enjelina. Dia adalah perempuan satu-satunya yang aku cintai, siapa pun mereka, tidak mampu membuatku berpaling darinya.



Tidak Ada Senja Setelah Kepergian

Jika pergi adalah luka, maka tidak ada lagi senja kali ini, setelah kepergian. Adalah hujan yang turun menyelimuti beranda beranda hati, dan tubuh hingga kaku.
Jangan berfikir ini adalah permainan petak umpat yang membawa tawa kepada orang-orang yang sedang bermain.

teater

 

 

DI BAWAH TERANG BULAN PURNAMA

(Sebuah Teater)

 

Karya: Edy Soge Ef Er

 

 

Teater Edy Soge Ef Er

 

 

 

ELEGI REPUBLIK

(Sebuah Teater)

Karya Edy Soge Ef Er*

 

Prolog:

Angkara ( penantian telah usai )

Suatu malam dengan cahaya yang remang, di atas panggung tampak seorang Pria/wanita sedang duduk termenung.

Sementara gerak tubuhnya menandakan bahwa ia sedang membutuhkan sesuatu.

 

Angkara : Di antara langit serta selubung tanah, aku tetap menunggu dalam malam dan kepedihan.

ANGKARA

Suatu malam dengan cahaya yang remang, di atas panggung tampak seorang Pria/wanita sedang duduk termenung.

Sementara gerak tubuhnya menandakan bahwa ia sedang membutuhkan sesuatu.

 

potret pesta demokrasi

Naskah Drama
Judul : potret pesta demokrasi
Tema :Pilgub
Durasi: Pendek
Penokohan : Dono (cerdas), Imron (cuek), Ida (baik), Sandi (idealis),
Sinopsis Skrip Drama

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler