Skip to Content

Buang Melati Tumbuh Duri

Za…

Ada sesal di sini

ketika ruh kita tak saling bercumbu lagi

dalam persaudaraan yang sengaja kita cicipi

setelah dicipta sendiri

 

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

HUJAN ADALAH LAGU

(1)

Hujan adalah lagu

Pada celah-celah batu

 

(2)

Kehidupan dimulai setelah titik air pertama

Yang jatuh membuka pejam kelopak mata

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Daviatul Umam el-SBuang Melati Tumbuh Durimuh ali sarbiniDAUN MANGGA
PangkaHUJAN ADALAH LAGUombiKETIKA POLITISI BERPUISI

Prosa

HILANGNYA GITA

Maafkan aku, yang mulia. jika , aku tak becus bercerita. Dan kabulkan satu saja permohonanku, berikan aku hadiah terbesar berupa ilmu.

Jadi, begini Tuan:

Cerpen : Pulang

Masih saja hujan turun hari ini, dan mendung masih belum enggan untuk pergi dari kedudukannya. Jarum jam di arloji mungilku sudah menunjukkan pukul empat sore, tapi aku masih saja belum bisa keluar dari perpustakaan kecil ini.

Surgamu Di Tanah Gaza

 

SURGAMU DI TANAH GAZA

 

Di tanah palestina Suara gemuruh roket bersliweran di atas genting rumah penduduk. Semua orang merasa was-was apabila roket jatuh tepat di atas rumah mereka.

DI UJUNG CAKRAWALA SENJA (a fragment of a farewell)

DI UJUNG CAKRAWALA SENJA

(a fragment of a farewell)

 

ANAK SEORANG KORUPTOR

Dimuat di Pos Kupang, 6 Juli 2014

 

TEMAN-TEMANKU meludahiku. Melempariku dengan sepatu. Kini mereka serempak menyebutku anak koruptor. Aku sangat tidak terima. Aku sakit hati. Aku benci sama Ibu. Ia sudah bikin jelek namaku di sekolah. Aku ingin segera menemui Ibu dan mencongkel kedua bola matanya. Aku juga sangat benci dengan ayah. Benci!

SAFAR REBO WEKASAN*

dimuat di majalah Esquire Indonesia, edisi Februari 2014


PEMOTONG KAKI YANG BISA MEMOTONG KAKI SIAPA SAJA

 dimuat di Radar Banten, 18 Agustus 2013


SUP JEMPOL KAKI USTAZ

dimuat di Lampung Post, 21 Juli 2013

 

Setiap malam orang-orang berbondong-bondong mendatangi kedai Sup Jempol Kaki Ustaz’ yang ada di samping rumah Pemuda. Bapak Pemuda tersenyum melihat anaknya yang sedang melayani para pelanggan. Sesekali ia melihat kedua jempol kakinya yang sudah lenyap.

Lelaki Ompol

 

 Bali Post, 3 November 2013

 

KAWAN PELUKIS KERETAKU

Berlangsung lama sudah ikatan hubunganku dengannya. Tetapi masih belum bisa dikatakan sahabat seperti mana biasanya. Memang status dia dihadapan semua orang adalah sahabat setiaku, sudah 5 tahun aku mengenalnya. Waktu itu aku masih ingat sekali bagaimana aku bisa bertemu dengannya di sebuah pusat Malldi Jakarta, ketika itu aku menghampirinya yang sedang duduk dengan asyik membaca buku fiksi.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler