Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Prosa

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Nasihat

Lelaki renta itu kembali terlihat melamun di teras rumah. Terduduk di kursi rotan yang seakan menjadi singgasana baginya. Cahaya lampu pelataran yang temaram menerpa mata kecoklatannya. Bibirnya bersenandung lagu yang mungkin hanya dia saja yang tahu.

“Kek? udah malam. Mending kakek di rumah aja. Disini dingin loh.” Dia adalah Joko, cucu Kakek yang berusia 19 tahun.

Jeritan Kalbu Seorang Ibu

Ketika itu, di sebuah kampung kumuh, tampak Randi merenung semenjak tadi. Entah sudah berapa lama ia terpekur diam di depan rumah yang lebih menyerupai gubuk kecil itu. Nampaknya ia sedang berangan-angan untuk menggapai impian.

air mata cinta yang dipaksa

Air Mata Cinta Yang Dipaksa

 

 “ Tidak bisa, pokoknya kamu harus menuruti kemauan ayah. Kalau tidak kamu harus angkat kaki dari rumah ini.”

Matinya sang embun pagi

 

Embun pagi ini terlambat turun

entah kenapa bahkan daun pun enggan berkomentar

Tapak tapak aneh terlihat di jalan basah dan berlumpur

Sesekali paruh ayam mematuk ujung ujung genangannya

 

Hingga siang embun tak jua datang

dan memang ternyata tak ada embun hari ini

hari ini semua sibuk hari ini semua terlena

Gempita Malamku

Berpuluh bulan beratus hari tlah terlampaui

Namun masih dalam keheningan malam yang sama

Malam ini bulan masih menemaniku dan matahari esok hari semoga masih menungguku

Sedikit ada beda saat ini, kopiku tak lagi semanis saat itu

Sinopsis Roman Siti Rayati

Sinopsis Roman Siti Rajati: Ti Noé Powék ka noé Tjaang. Asal Hina Djadi Moélja". Karangan Moh. Sanoési. Bandoéng 1923)


Siti Rayati Part I

Janji Sepasang Merpati Di Situ Patinggi

Cerpen: Tora Kundera*

Disebuah Situ dipinggiran Kota Depok, tepatnya diperbatasan antara Kelurahan Leuwinanggung dan Kelurahan Tapos, pernah menjadi tempat memadu kasih sepasang merpati putih. Mereka berdua selalu bertemu dirimbunnya pohon asem, diantara ranting-ranting yang berayun perlahan dihembus sepoi angin sejuk.

Kesombongan

Aq Pernah Melihat Orang yang sombong

Sombong dalam ucapannya..

Sombong dalam pikirannya

Sombong dalam sikapnya

Sombong dalam cara matanya memandang...

Sombong dalam cara hatinya merespon

Kesombongan seakan telah menjadi Raja atas banyak hal

Sehingga terkadang mereka lupa bahwa Kerendahan hati

Kata untuk mu

Jika kuperhatikan kamu unik

Banyak sejuta cerita yang akan terjadi

Salah satunya,aku melihat garis senyum bahagia disana

Dan jika kamu pilih ,aku siap jadi kawan hidupmu nanti..

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler