Skip to Content

Malady of The Soul

Kepada Alanna,


20 tahun berlalu,

dan sebuah pertanyaan abadi membawaku padamu :

episode baru

aku rindu meramu hari dengan katakataku

entah, mungkin pagi ini

 

selaksa pesan yang mengalir melalui jarijemariku

masih terngiang jelas

HUJAN ADALAH LAGU

(1)

Hujan adalah lagu

Pada celah-celah batu

 

(2)

Kehidupan dimulai setelah titik air pertama

Yang jatuh membuka pejam kelopak mata

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

Nista Nihil NadirMalady of The Soulugi sastraisepisode baru
PangkaHUJAN ADALAH LAGUmuh ali sarbiniDAUN MANGGA

Prosa

HILANGNYA GITA

Maafkan aku, yang mulia. jika , aku tak becus bercerita. Dan kabulkan satu saja permohonanku, berikan aku hadiah terbesar berupa ilmu.

Jadi, begini Tuan:

Cerpen : Pulang

Masih saja hujan turun hari ini, dan mendung masih belum enggan untuk pergi dari kedudukannya. Jarum jam di arloji mungilku sudah menunjukkan pukul empat sore, tapi aku masih saja belum bisa keluar dari perpustakaan kecil ini.

Oase Keladi Merah Kecil

 Langit sepertinya tegah ingin gambarkan kelam.Angin sedari tadi datang menderu deru,menusuk-nusuk tulang dan daging.Petir mengaum sekeras kerasnya,mencari gendang telinga lalu menggetarkan dengan hebat.Dan air langit tumpah juga,tanpa gerimis mula mula,tumpah ruah di pohon,daun,rumah bahkan juga jalanan desa.Bau hujan pun menyeruak  seketika dari jendela kaca kamar,bau tanahnya menga

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 09)

SEBUAH mobil sedan berwarna silver berhenti tepat di depan Maysaroh. Maysaroh yang hampir saja tertabrak hanya mengucap Astaghfirullahaladzim sambil menyapu dadanya. Belum hilang rasa kagetnya, tiba-tiba seorang wanita berusia sekitar 25 tahun, wajahnya cantik dan tubuhnya tinggi, keluar dari mobil tersebut dan mendekati Maysaroh.

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 08)

GATAN melangkah keluar dari ruangannya sambil menghisap rokok yang terselip di sela jari tangannya. Diliriknya jam tangan yang ada di pergelangan tangannya, pukul 19.25 WIB, gelap telah menyelimuti kota.

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 07)

MAYSAROH bangkit dari duduknya dan membereskan makanan yang masih terletak dilantai. Semuanya diangkat kembali ke dapur yang ukurannya cukup kecil dan berlantai tanah.

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 06)

GLEZTIA turun dari mobilnya dan membanting pintu mobilnya. Segera ia memasuki gang kecil tempat Maysaroh tinggal. Di halaman rumah Maysaroh, Gleztia merasa heran melihat keadaan yang sepi.

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 05)

SEORANG laki-laki keluar dari bandara dan segera menyetop sebuah taksi. Segera ia masuk dan menyebut alamat yang ditujunya. Taksi segera melaju menuju alamat yang sebutkannya. Dalam taksi itu dia asyik melalap sebuah buku yang sejak dari pesawat sudah dilahapnya. Buku itu pemberian temannya yang berkebangsaan Mesir.

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 04)

“GIMANA tadi ngobrol ama Arifin. Asyik, ya, keliatannya ada sesuatu yang mengikat kalian saat berpandangan. Sekarang jujur saja, bagaimana perasaanmu pada Arifin?” tanya Gleztia menyerang Maysaroh yang sampai saat itu belum mengakui perasaannya sendiri.

NOVEL: AKULAH MAYSAROH (BILAH 03)

GLEZTIA menghentikan laju mobilnya di persimpangan gang menuju rumah Maysaroh. Setelah keluar dari mobilnya, ia berjalan menuju rumah Maysaroh yang melewati gang tersebut.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler