Skip to Content

Lirih Hujan

Lirih Hujan 

di ujung malam yang masih perawan

 

aku dengar

derai-derai yang membisu dicelah rintik hujan yang turun perlahan

diam dan diam

(DUHA) YG TERLUPA

duha bergulir diantara subuh-subuh yang terlupa

merangkak merobek celah mega merah

tersungkur bersimpuh diantara butir-butir tasbih

seperti penuh cahaya,

Di Jendela

Malam, padamu menelikung

menghunus belati yang canggung,

"Dimana jantung?"

naskah hujan

siapakah yang meriuhku, adakah sepi ?

menghalau angin memanah rembulan, dingin

mendesing hingga ke remangnya

sampai saat aku terlepas, benar.

Amira Zarra OvitteLirih Hujan Reni NA._sP(DUHA) YG TERLUPA
Rani Selalu SendiriDi Jendelasemut kampungnaskah hujan

Prosa

Cerpen : lika-liku 4 wanita

Lika-Liku 4 Wanita

 

ego

Kini ku tahu,ego tak dapat di nol kan.

Cinta

Dulu ku pikir cinta itu bkn ego.Ku pikir aku punya cinta yg membuat aku tak lg berego.Ternyata aku salah.Cinta sebenarnya adalah ciptaan ego tertinggi.Ketika cinta datang di dlm hati,ia membuat ku kerap lupa akan perasaan2 org lain,ia membuatku dapat membagi perhatian,perasaan,sayang,kepada yang lain.Cinta membuat aku berada di antara 2 jalan,yg 1 tak mau kutinggalkan karena tanggung jwb n apa yan

Paktua Dengan Secangkir Kopi

Pada suatu malam yang dingin dan diselemuti oleh debu perkotaan, suasana heboh dengan hiruk pikuk kenderaan yang berlaju kencang, klakson mobil terdengar dari semua sudut jalanan, dalam suasana itu berjalan seorang pemuda yang menenteng tas kumal ditangan sebalah kanan, tas tersebut sudah tak layak di pakai untuk membawa perlengkapan apapun, dilihat dari wajahnya dan penampilan, dia seor

kamu, lelaki baik

hadirmu dalam sepenggal hidup cukup membuat ku banyak belajar darimu.

tentang sosok lelaki baik yang dilahirkan 25 tahun silam.

sosok santun, baik akhlak dan agamanya.

rekaman tentangmu semakin jelas akhir-akhir ini.

Ya Rabb, mohon ampun.

 

kamu, lelaki dengan kebaikan seluas langit.

perjalanan di lembah hitam kehidupan

            Perjalanan di lembah hitam kehidupan

Aku Bukan Pahlawan

Januari 1945 begitu beda dengan paginya yang cerah. Matahari dengan mudahnya menampilkan diri di cakrawala. Dan menyobek tirai malam, membuncah bintang-bintang hingga segala di langit jadi hilang, hingga tinggal langit bersih biru.

Kami menanti kehancuran, untuk saatnya kau tata Tuhan

Ketika malam ini tiba, aku harus harus membicarakanya kepada siang nanti

bahwa kamu sudah tidak lagi congkak menguap dalam terik

Ketika embun mulai mekar, aku harus menyampaikannya kepada pohon

bahwa kesejukanmu membinasakan racun dalam dada yg selalu kami pupuk tiap harinya

Ketika matahari pagi mengawali kerjanya, aku harus memberitahukannya kepada burung

Senja Dikepulangan

Merekah sudah senja itu. Merah warnanya, menggiurkan. Andai saja ada buah semerah itu, dengan campuran kuning serta oranye yang pas, mungkin sudah beribu orang berusaha mengambilnya dari langit, dan tak segan-segan membuat langit kehilangan senja itu hanya demi memilikinya untuk diri sendiri.

Dunia Shinta

“Apa memang benar, dia wanita yang tidak mempunyai hati”

“ku tatap matanya, jujur, aku gugup ketika melihat matanya yang begitu dingin.”

“ah menurutku dia normal, mungkin itu karakternya yang diam dan tak banyak bercerita”

Bisik Rinto dalam hati.

Sindikasi materi

Bookmark Pranala Luar



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler