Skip to Content

DALAM BIMBANG

Foto Asep Azhar

 

Dalam bimbang, kita lelap menumbuk khalayak ramai. Ketika awam tak layak menerpa mengapa dan kenapa. Lalu dimana teka-teki yang selama ini kau isi, katanya, kau terlanjur membumbui, agar terasa hambar dari imajinasi manismu.
 
"Celoteh tungku berbuih" Sudah matang untuk segera melepas dahaga. Sudahlah, terik melepas senja dan kau masih menghitung jari. Dia tak lain adalah aku yang kau curi dari seperempat perjalan. Berbagi sepi ditepian pantai tak berpenghuni, di antara gubuk-gubuk kecil yang kau nyalakan  sendiri lilin-lilinnya. Lalu meratap pada pasir putih kau mengharu biru.
 
Kini, kau duduk melihat matahari ditelan laut yang mulai surut. Merayu kursi kosong di sebelah kananmu dan masih asing untuk dibicarakan. Angin mengabarkan bunyi-bunyi ombak untuk kesekian kalinya bertutur ria. Namun, tak ada sedikitpun suara jejak dari kejauhan untuk sekedar memberi rambu.
 
Tak ada lagi kepulan dari dua cangkir teh hangat yang tertata bijak. Ratapanmu masih jauh mendalami laut, ataukah mungkin mencari-cari bayangan matahari yang entah kemana, nan jauh disana. Berguru pada senja dan membius candu pada ratapan petang.
 
 
Jawa Barat, 4 Februari 2014

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler