Skip to Content

Kopi Hitam

Foto Mah Khamoon

Kopi ini untuk mengenang tentang kita.

Tentang kita dibawah pohon jambu sambil berbaris mengantri. Mengantri didepan meja Tasmie berhadapan dengan wajah bersemburat cahaya. Mendengarkan kita dengan seksama. Sambil membaca aku melirik, kau melihat lirikan ku dan aku menunduk. Ah, aku malu mengingat itu. Waktu itu baju kuning mu kotor terkena ampas kopi yang tadi shubuh kulemparkan ke arahmu. Kadang, canda kita keterlaluan, hingga membuat rasa ini juga terlalu. Terlalu sulit di tepis, sedikitpun. Hingga saat ini.

 

Entah, nikmatnya membuat aku jatuh cinta setiap tegukan. Padahal kopi yang kau berikan padaku di cangkir plastik itu pahit nya bukan main. Panas nya bukan main. Lidahku kepanasan dan kau menertawakan, mengejek ku, menyodorkan nya lagi untuk lebih hati-hati agar tidak meneguknya panas-panas. Aku enggan, padahal aku masih mau. Tapi aroma kopi mu itu, membuat aku tergila-gila sampai saat ini. Tidak berpaling, meski tak wangi lagi. Meski kau sudah berpaling

 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler