Skip to Content

Ajarkan Aku, Kekasih

Foto Mardiana Kappara

Dada ini berdebar, Wahai Kekasih

Berdentum-dentum seperti ledakan.

 

Sedang apa kau, Kekasih?

Sempat kah terlintas sedikit saja serpihan wajahku

Di hatimu?

 

Aku begitu mengharapkanmu, Kekasih

Walaupun aku tahu semua pintu telah terkunci

Dan semua jendela telah terpalang,

Aku tetap menginginkanmu di dalam.

 

Apakah salah kalau aku begitu setia padamu yang selalu mendua?

Apakah salah kalau aku begitu mencintai sosokmu yang

Tak pernah cukup peduli padaku?

Apakah aku patut dikasihani kalau aku tulus menggantungkan

Hatiku padamu?

 

Sejujurnya, aku benci rasa cinta ini

Rasa setia ini

Aku benci pada mataku yang hanya bisa memandangmu,

Aku benci pada hati yang hanya bisa berdebar

Karenamu.

Aku benci dengan diriku yang terlalu memujamu.

Aku teramat benci pada segalanya

Menyangkut aku padamu.

 

Bisa kah kau bantu aku sedikit saja melupakanmu?

Bisa kah kau ajarkan aku melepas bayangmu

Segampang kau membuang bayangku?

Bisa kah kau membinasakan rasaku padamu

Semudah kau menghampakan rasamu padaku?

 

Ajarkan aku, Kekasih

Untuk menganggapmu tiada seperti

Kau yang menganggapku tak pernah ada.

 

Aku membencimu, Kekasih

Karena terlalu mencintaimu.

 

(Jambi, 25 Januari 2005)

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler