Skip to Content

Aku (Juga), Menceritakan SUMBA

Foto Dadox

- Untuk Ranah tanpa pagar, luas tak terkata (Taufik Ismail "Beri Daku Sumba")

Ini hari Ke Dua Puluh Lima 
Di Bulan labu tanpa matahari penjerang siang
Lumatannya yang menjenuhkan tapi dinanti
tak ada pada langit kelabu
Mungkin, tak sama seperti dua puluh satu tahun yang lalu
Di hari yang sama - hari ke Dua Puluh Lima di bulan labu
Matahari bertengger di atas pijakan bingkai tak terpetakan 
Yang Kubanggakan

Yang Kubanggakan
adalah Surga yang bagaikan Neraka bagi bumi
Begitu para apu menyebut onggok tanah di tenggara matahari terbit itu
di sela deru bambu saling bertubrukan
memintal helai demi helai kaliuda dan Hinggi Kombu untuk 'Boku
Yang Kubanggakan 
Tanah gersang meranggas karang 
Rumput kecokelatan dipagari sabana yang luas
Sandlewood berkisah tentang benihnya yang garang di arena pacu
Ternak menyantap angin melagukan syair di lembah-lembah bersungai
Sementara, seru-seruan umbu - saudaraku - sayup terdengar 
dari punggung kerbau penggembur lahan tadah hujan
untuk lalu ditanami rambu dengan bulir asa

Temui aku, 
saat Malam menitikkan dingin untuk nasi jagung, keladi dan manggulu
Menggertak bumi dengan hentakan kabokang dan kandingan
Mengantarkan bulan bulat utuh membantai lusinan ternak
Persembahan bagi leluhur, Mereka yang disebut Marapu
Pemberi hidup, berkah bagi bumi yang kami tinggali
Penunggang petir Kabballa yang merekah di siang bolong 
Wuya Rara berjemur di tepi sungai, memamerkan daulatNya

Temui aku,
di Pasir Putih yang membentang sejauh asa dipacu
Nyiur melambai mengusir awan untuk matahari - datang dan pergi
Gulungan ombak puluhan gulungan, tak tertaklukkan pengendara buih asin
Membentur dinding tebing - pilar tanah kami

Di tempat yang kubanggakan,
Temui aku, di segenap alasan yang membuatmu terperangah kagum
Seperti hari ini 
yang mungkin sama dengan dua puluh satu tahun yang lalu
di hari Ke Dua Puluh Lima di bulan labu
aku dibentuk jadi Umbu






Malang, 25 Oktober 2014


Keterangan : 

apu = Nenek
 Kabokang & kandingan = Tarian tradisional sumba
'Boku = Kakek Kaliuda & Hinggi Kombu = Tenun Ikat khas Sumba
Umbu = Sebutan untuk pria sumba 
Sandlewood = Kuda yang hanya ada di Sumba
Rambu = Sebutan untuk wanita Sumba    biasa di export sebagai kuda pacu

Kabballa = Petir bercabang, berukuran besar dlm jumlah banyak (yang 'hanya' muncul pada saat    Ritual marapu) 

 Wuya Rara = Buaya Merah (cokelat tua) yang dipercaya sebagai Jelmaan marapu. hanya Keluar saat ritual Marapu

Marapu = Kepercayaan (bukan aliran) bagian dari adat istiadat orang Sumba (Sekarang hampir tidak ada lagi)

Manggulu = Makanan Khas Sumba (Dibuat dari Pisang yang dilumatkan, dicampur dengan kacang tanah)

 


SUMBA & SUMBAWA adalah tempat yang berbeda. Banyak orang yang mengira kalau SUMBA adalah SUMBAWA, dan itu tidak benar sama sekali. 
SUMBA    adalah salah pulau administratif di kawasan Propinsi Nusa Tenggara timur, merupakan salah satu pulau       terbesar, sama seperti pulau Alor, Pulau Flores, & Pulau Timor

Sedangkan SUMBAWA adalah Pulau yang terletak di wilayah Propinsi Nusa Tenggara Barat.


Tambahan : 
Bulan Labu = Bulan oktober (Dimana di dunia barat dirayakan Halloween pada bulan ini, dengan icon Labu)

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler