Skip to Content

ANJASMARA LARA 1

Foto iwan s najandra

malam ini lengang dan kelam

 

sajak sajak telah ku bait untuk menghafal malam ini

namun tetap saja beberapa kali aku masuk seperti asing

tak ada jengkalan namamu atau bayangmu

menyentuh di setiap nafasku yang memburu

hingga aku tiba di pertigaan

tempat biasa aku menunggumu

dan tetap saja tanpa bintang juga bulan

hanya kelam dan suram

 

di sudut jalan setapak yang gigil dan bisu

aku coba bangkitkan kembali

semua sajak sajak yang memanggil namamu

namun....

rimbun aksara menaungi mimpi tentang nafasmu

yang terus bergegas dalam perjalanan

walalupun begitu aku tetap setia menantimu di sini

di antara kunang kunang yang mulai bergerak,

di jalan setapak ini,..

di jalan tempat bungaku ini,....

 

mungkin tak akan pernah berhenti aku merindukanmu

sampai sejuta bulan waisa terlewati

sampai gulita memapah jiwa kelangit langit surga

dan aku tetap merindukanmu...

tetap merindukanmu,.....

 

perlahan,aku coba terus bertahan

memahat cadas di tebing hari tanpamu

hingga tenggelam cahaya waktu

yang mengantarmu semakin jauh dari tatapanku

gemuruh kembali menyentuh jiwa

dan gelap kembali merayap

mimpi serasa pupus tuk berjumpa denganmu

 

sunyi dalam diri kembali menguasai

dan sukma merintih di dalamnya

dan gigil angin meruntuh ,..

menyerbu memalingkan wajahmu untuk menjauh

awan hitam berguguran menyelimut sukmaku yang jenuh

 

hujan sedepa demi sedepa turun begitu sedihnya

mencipta genangan yang seakan

membentuk sketsa wajahmu

laila yang karang

sebegitu terjalkah

gemuruh angin selatan

hingga kau tak kuatlagi

untuk melangkah pulang kedetak jantungku

..............................................................

laila yang karang

pahamilah tentang bisik hatiku yang sunyi ini

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler