Skip to Content

Biarkan Aku Menziarahi Kubur Hatimu

Foto Hafney Maulana

Puisi: Hafney Maulana

Sekuntum mawar
yang kau berikan padaku  kutanamkan, kini
mekarnya semekar senyummu.  Maka
biarkanlah aku menziarahi kubur hatimu yang kau makamkan tanpa batu nisan. Kita
bukan lagi sejarah  yang menceritakan
kepedihan sekapal rindu dan selaut tangis yang berlompatan pada kelopak
danaumu.

 

Mestikah kita
berdusta dengan lidah sendiri bila aroma kepedihan telah melewati  malam yang beratus hari menghempas dadamu dan
dadaku.  Kita telah menjelma serpihan
bintang yang tertutup debu dalam gemerlapnya kota

 

Maka biarkanlah
aku menzirahi kubur hatimu dan memancangkan batu nisan namamu dengan zikir
kitab cinta, agar waktu merajut luka di ruang kesendirianmu dengan
huruf-huruf  namaku.

 

 

Sastra Mandiri,
Tembilahan; 22/09/10

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler