Skip to Content

Jiwa yang didamba

sampailah aku di ujung sepi, dua cahaya menyambutku....

"mau kemana ki sanak?", dua sujudku bertanya...

"adalah tuhanku di ujung sana?", jawabku

 

dua cahaya kembali menghampiriku...

tunjukkan jalan, hingga tibalah aku dipersimpangan

yang satu, adalah jalan mendaki lagi terjal

yang lainnya, adalah aliran sungai yang menghujam curam...

 

dua cahaya kembali membuatku terkejut selagi aku bimbang

 

satu cahaya membawa makna jalan mendaki lagi terjal

ketahuilah, di atas sana engkau bisa temukan bahagia sejati....

 

satu cahaya lainnya membawa makna sungai yang menghujam curam...

disanalah engkau temui ketentraman sejati....

 

celakalah aku!!!

jiwaku tlah teracuni ....

binasalah aku!!!

pabila racun itu tlah bersemayam...

kembali ku tertunduk dalam dalam...

 

jauhi kebisingan hati, yang tak kunjung bersih...

kan kupadamkan keinginan

kan kuleramkan kemarahan

kan kutelan kedengkian, biarlah nanti keluar bersama kotoran

 

wahai jiwa yang bersih...

datanglah!!!

wahai jiwa yang tenang

kemarilah!!!

 

 

 

 

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.
CAPTCHA
Pertanyaan ini untuk menguji apakah anda adalah pengunjung manusia dan untuk mencegah spam secara otomatis.
Image CAPTCHA
Tulis huruf-huruf (tanpa spasi) yang terdapat dalam gambar.


Komentar terbaru