Skip to Content

Demi Waktu Ku

Foto Samudera Yekti

luruh ku di tepian rasa

rasa-rasa nan hampir mati

getir, kering, gersang, tak berasa

ketika waktu tak lagi antara aku dan kamu, kamu denganku, aku bersamamu

tahukah kamu, bahwa aku juga tak ingin beranjak tanpa ketidakpastian

tahukah kamu, meski hanya secangkir teh hangat tanpa gula,

aku tetap ingin berbagi denganmu

agar hambar itu menyingkir dengan sendirinya

 

dengarlah,

aku masih ingin berbagi bangku ini denganmu

meski ayunannya telah reyot dan pegangannya telah lepas

aku masih ingin duduk bersamamu

menghabiskan sore hari dan waktu-waktu tak tentu yang kita miliki

seakan sore akan selalu bersepuh jingga, dan pagi berona emas

tak pernah habis asa menuliskannya di langit

agar ketika kita tiba di sana, kau tunjuk satu huruf dan aku menyeru maknanya

 

tapi kini, huruf itu telah pudar

cinta itu telah tertiup angin

rasa itu lenyap seketika

seolah kamu dan aku, hanyalah butiran pasir berlalu begitu saja

tertelan waktu, terombang ambing ketidaktahuan kita

sebagaimana hati tak pernah lepas bertanya

bertanya dan bertanya

tanpa kepastian kapan kan terjawab

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler