Skip to Content

Puisi-Puisi Melki Deni

Foto Melki Deni

Malam Minggu Ini 

 

Angin meracau lagi,

Ada kabar duka di sekitar taman kota ini. 

Sepasang kekasih memperbandingkan perjuangan hati. 

Kau bertitah: pulanglah sebelum petir menyambar.

Ku dengar waktu mengeluh lagi.

 

Melodi gitar bersendu di sebelah sana, 

tukang ojek terlalu cepat memikul suasana sebelum diperiksa. 

Sebelum angin tahu ke mana ia harus merana. 

 

Aku jua mulai berasa: cinta dipasung kriteria. 

Penyesalan mengintai kita di balik jendela.

Seperti jangkrik-jangkrik mengeluh kedinginan angin di luar jendela, 

menyumpahi malam ini tak semesrah malam-malam dulu kala. 

 

 

Minggu Pagi Ini 

 

Dalam kamar ini terdengar anak-anak burung mencicit lagi,

Awan tak menggumpal. Lonceng Gereja muda beralarm pagi.

Malaikat tak bernama bersela: beribadahlah sebelum pagi tak pulang kembali.

Sebelum tukang pos dari surga letih dicerut ular naga berkepala tujuh.

 

Di taman bunga-bunga menari dan bermekar lagi,

di luar catatan harian dan umat berbondong-bondong bertemu Sang Ilahi.

Sebelum lagu pembuka, sebelum dibacakan firman-Nya melampaui, 

Sebelum usia lekas pergi dan tinggalkan tubuh merana sendiri. 

 

 

Melki Deni, Mahasiswa STFK Ledalero, Maumere NTT.

Aktif menulis puisi dan cerpen baik koran lokal maupun nasional.

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler