Skip to Content

P A M I T

Foto Nur Afni Indah S.

Gemintang kabur juga dipandang

Gemelitik jari memanggilmu pulang

Kau lihat, rambutku panjang berwarna abu

Rasakan akarnya sampai di dadamu

Di helainya tersimpan rindu

Yang setiap malam bertamu

Dan tak jua kau bukakan pintu

 

Terima kasih,

Kau ajarkan aku mengerti

Mana senja yang tak hangat lagi

Aroma hujan yang tak manis lagi

Sampai peluk yang tak erat lagi

Cukup kasih,

Jangan kau paksakan apa-apa untuk kuterima

Bila akhir rimanya itu itu saja

Mana bisa aku lupa!

 

Hati bukanlah pelupa yang hebat, kau tahu?

Cukup terang ucapan sore itu

Yang berkhianat bukan satu dari kita

Penghianat itu bernama waktu, katamu

Lalu kau berlalu

Menuju seorang yang sedang menunggumu

di halaman rumahku

Aku mendoakan bahagiamu

Dan kau beranjak, meninggalkan aku bersama dustaku

 

Kasih, aku terkatung mematung memahami

Juga ribuan detak telapak mengabari

Hangat yang pernah kau tiupkan disana

Kini tak lagi manis diartikan

Tak lagi sejuk dikisahkan

 

Aku disini tak pernah ingin paham

perihal pamit-berpamitan

Kau disana, bagaimana?

 

Kota Rasa, 3 November 2017

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler