Skip to Content

episode baru

aku rindu meramu hari dengan katakataku

entah, mungkin pagi ini

 

selaksa pesan yang mengalir melalui jarijemariku

masih terngiang jelas

HUJAN ADALAH LAGU

(1)

Hujan adalah lagu

Pada celah-celah batu

 

(2)

Kehidupan dimulai setelah titik air pertama

Yang jatuh membuka pejam kelopak mata

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

Elegi Puisiku Untuk Iza

Za…

Ada sesal di sini

ketika ruh kita tak saling bercumbu lagi

dalam persaudaraan yang sengaja kita cicipi

setelah dicipta sendiri

 

ugi sastraisepisode baruPangkaHUJAN ADALAH LAGU
muh ali sarbiniDAUN MANGGADaviatul Umam el-SElegi Puisiku Untuk Iza

Karya Sastra

KETIKA POLITISI BERPUISI

ketika politisi berpuisi

alih alih orasi

caci dan maki

Cerpen : Pulang

Masih saja hujan turun hari ini, dan mendung masih belum enggan untuk pergi dari kedudukannya. Jarum jam di arloji mungilku sudah menunjukkan pukul empat sore, tapi aku masih saja belum bisa keluar dari perpustakaan kecil ini.

Bukankah kita berasal dari tanah gersang ?

Kita berkelakar dalam kelebat bayang yang tak tampak,


DI ALTAR PEMEDAL AGUNG

Langit  terdiam memainkan masa silam

menatap sunyi para leluhur

diantara bongkahan patung patung

dan lumut lumut yang tertahan

HILANGNYA GITA

Maafkan aku, yang mulia. jika , aku tak becus bercerita. Dan kabulkan satu saja permohonanku, berikan aku hadiah terbesar berupa ilmu.

Jadi, begini Tuan:

RETAK

pecah kaca

retak seribu asa

wajah buruk enggan kau tatap jua

 

retak, kaca terbelah

wajahmu berbelah-belah

jiwamu terpilah-pilah

WAHAI PRESIDENKU

Tak ada yang kupinta darimu

kecuali obati sepasang tanganku

 

tangan ini penuh luka, bernanah

terus-menerus mengeluarkan darah

 

 

WAJAH ITU WAJAH DIRI KITA

wajah itu wajah diri kita yang mencair dan selalu mencair berada dalam bejana waktu

meruang bukan dalam harapan kosong

Apapun Puncaknya Merah-Putih tetap Benderanya

kau memang berani

seperti kami yang berani datang lebih dekat dengan alam ini

membiasakan berbaur dengan puncak-puncak agar lebih menghargai arti kehidupan

Rumah Sakit

Di atas punggungnya terbaring hewan-hewan langkah

yang lemah atas kekuatan

Terbaring kaku

seakan sedang melirik waktu

 

Ada harapan datang

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler