Skip to Content

Puisi-Puisi Deri Hudaya; Lagu Paling Sedih

Foto Deri Hudaya

Lagu Paling Sedih

 

Aku ingin menyanyikan

lagu paling sedih di dunia

ketika setapak jalan

yang tengah kutempuh

tiba-tiba lumat

ditelan kabut dan rasa takut

 

Aku ingin menyenandungkan

kata-kata tentang kesakitan

yang berjalan

ketika gerimis terus menggores

setajam ingatan

 

Aku ingin meniru lolongan anjing

dan suara langit malam yang robek

ketika kau terlalu jauh, sendirian,

di tengah hutan

 

Ketika pikiranku

mungkin saja

tersesat

 

2016.

 

 

Di Kebun Kayu

 

Ia pasrahkan resahnya

pada ranting-ranting gemetar

yang ditinggalkan daun-daun

gugur, ditanggalkan waktu

 

Ia titipkan rindunya

pada setapak jalan lengang

dari lembah pertarakan batu

ke bukit-bukit paling jauh

 

Ia tidak hendak bertanya

siapa sembunyi di balik halimun

siapa telah menghapus

bekas-bekas kesedihan embun

 

Ia selalu bersiap semata

sebab rumput harus dibabat

meski akan tumbuh lagi

pada saatnya, hari takkan lengkap

 

atau esok matahari mungkin saja

akan memilih berkhianat

 

2017.

 

 

Lawang Angin

 

Atas nama bukit-bukit batu

Yang memandang ke langit jauh

 

Atas nama lubuk-lubuk lembah

Yang dibanjiri kabut rahasia

 

Ada yang luput dan terjangkau

Antara aku dan engkau

 

2018.

 

 

Kepada Nun

 

1

Gerbang depan selalu terkunci

 

Dan akan tak ditemui lagi

Kutuk serta derita di sini

 

Aku telah menjadi keabadian

Yang hanya menanti

 

2

Angin tak dingin lagi

 

Matahari tak terik lagi

Tak silau lagi

 

Tak hujan. Tidak ada jam

 

Memang hanya kegelapan

Seperti masa depan

Tapi datanglah kapan-kapan

 

3

Di sini pernah ada taman

 

Angin menggores daun-daun

Jadi orkes

 

Madu dan susu menganak-sungai

Bagai dalam lukisan

Tentang kahyangan

 

Tapi kini

Taman dulu telah jadi hutan

 

4

Seorang Mustapa pernah berkata:

Berjalan sampai ke ujung timur

Kau akan melihat permulaan barat

Selama pergi untuk mencari

Kau hanya akan temukan ketiadaan

 

Berjalanlah tanpa arah

Dengan hati-hati

Dengan hati

 

Kemari

 

2014.

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler