Skip to Content

PUISI-PUISI JANGKUNG ASMORO

Foto Hakimi Sarlan Rasyid
files/user/8241/110137827_930170937464026_1622018718760701467_o.jpg
110137827_930170937464026_1622018718760701467_o.jpg

Lukisan Di Gelas Kaca

Di bibir gelas kaca itu
Kau meninggalkan senyumu
Di dalam gelas kaca itu
Wajah utuh terpatri rapi di mataku

Di gelas kaca itu
Ku lukis indah setiap langkahmu
Di gelas kaca itu
Tak ku biarkan rindu menguar

Di gelas kaca itu
Kita tak bisa menjadi satu
Di gelas kaca itu
Kau tinggalkan ribuan cerita untukku

Di gelas kaca itu setiap hari aku menjengukku

Djangkungasmoro (200720)

 

Begitupun Aku

Tak kan kulihat lagi jendela terbuka di awal pagi
Juga sapa sang Surya mengantar nyanyian riang bocah bocah bersepatu hitam
Tak ada lagi ukiran mendung menghias langit
Sebab hari begitu terang dalam sebuah ingatan

Malam nanti adalah malam tak biasa untuk kita
Tak ada lagi kopi dan canda ringan di meja kecil tua
Tempat di mana kita menuang butiran rindu itu

Pagi ini hanya menyisakan ingatan
Pada malam pekat tanpa bintang
Hanya bulan kecil dan sedikit samar
Yang menjadi jembatan sedih dan tawa

Pagi ini kau telah sampai
Pada rumah yang dulu sempat kau takutkan dan kemudian kau rindukan
Pagi ini hanya aku yang punya rindu itu
Dan kuharap kau berkata, "begitupun aku"

Djangkungasmoro (210720)


 

Sajak Sepasang Bulan

Bukalah jendela kamarmu lebih pagi
Sebelum jari jari ini datang mengetuknya
Sambutlah, aku akan bertandang bersama cahaya baskara

Memelukmu lalu lebur dalam jiwamu
Akan aku bacakan lirih di telingamu
Tentang sepasang bulan di matamu
Yang kelak akan meminjamkan cahayanya

Saat malam bertandang nanti
Dan gelap setia mengikuti
Rapal mantra telah hilang tuah
Berguguran seperti daun daun tua

Dan tinggal sepasang bulan yang kita punya

Djangkungasmoro (200720)

 

Besok Aku

Besok aku hanya sebuah debu
Terkikis habis dari ingatanmu
Besok aku hanya lukisan bisu
Berserak di pojok ruang hatimu

Besok aku bukanlah pohon rindu
Berdiam di ingatan
Besok aku akan sebau tak berbangakai
Bermandi daki dan caci maki

Besok bukan saja aku
Yang akan mengarak sesal dan ingatan
Besok saat hanya nisan kita yang diam berjajar

Tertulis nama di lapuknya fana

Djankungasmoro (200720)

Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler