Seorang pria
Seorang pria yang tersesat di dalam labirin pikiranku
Bagian dari dirinya yang pernah ‘kuangankan untuk hadir
Namun di saat yang sama, bagiannya yang lain adalah racunku untuk mati
Seorang pria
Seorang pria tanpa dosa
Yang selalu membisikkan nada menenangkanku
Padahal senyumnya tak akan pernah terjangkau
Aku bahkan tak dapat menyentuhnya, kecuali dengan nafsuku
Seorang pria
Katanya seorang pria
Tapi aku tak yakin benarkah dia adanya
Atau dia adalah androginy yang sedang bersiul-siul mencari simpati
Seorang pria
Mungkin memang seorang pria
Yang bodohnya takkan dapat kumiliki
Tapi ‘ku berharap dapat meraih bayangannya
Seorang pria yang sekejap menghampiri waktuku, lalu menghilang
Seorang pria yang akan tertiup angin dan hatiku menghiba
Tanganku menggapai-gapai tapi dia semakin pudar
Seorang pria
Dan bukan priaku
Dan memang takkan ada lagi
Cuma seorang pria yang tersesat di pikiranku
Yang menjelma menjadi ratusan pria yang lain
Atau dia adalah bagian dari jelmaan itu sendiri
Ya, memang dia seorang pria
Dari mimpi-mimpiku yang terdalam
Dari cermin-cerminku yang terpecah
Yang selama ini cuma dapat kutangkap lewat tatapanku
dari balik dahan-dahan pohon birkin di awal musim gugur
Seorang pria
Dalam senyumanku yang paling bijaksana
Yang akan menemukan jalannya sendiri untuk pulang
Atau dia akan terus berada di sana
Seorang pria yang akan kulepaskan
Dari pengapnya labirin pikiranku yang menyesatkan
Komentar
Tulis komentar baru