Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

MEMANDANG CERMIN RETAK

Meski terasa datar ini jalan setapak yang menanjak

Bara di sekitar belukar membakar habis semua semak

JIKA BIDUK TERBALIK

Angin lembut bertiup mengembangkan layar

Biduk kecil melaju membelah ombak yang tenang

CINTA, RINDU, DAN CEMBURU

dimana rindu ketika helai daun tin mulai layu

dimana cinta ketika zaytun menyentuh persada

JANGAN JIKA SUDAHLAH

Jangan ajari aku menatap cahaya yang terang benderang

Jika dalam gelap gelita ada hitam pekat kau tidak tahu

AKU TERBAKAR HANGUS

aku bermimpi terbangun di sebuah negeri

yang rajanya memberi hadiah emas berpeti-peti

BENING BAGAI EMBUN

Jangan menangis nak lihat ini ada kiriman

Tetangga kita anaknya dari kota mudik lebaran

Coba kau buka isinya apa gerangan

BERI AKU

beri aku satu kata saja

agar aku bisa mulai menulis lagi

aku ingin bercerita tentang rasa

INI BUKAN PUISI

Kotabaru Karawang 27 Mei 2020

 

Sudah lama terpikir untuk menyapa teman-teman semuanya tapi saya tidak menemukan cara lain selain menyapa di sini. Semoga ini bukan kesalahan fatal.

 

DI KOLONG JEMBATAN LAYANG

siang sudah hilang sudah tidak ada bayang-bayang

kanak-kanak sudah jalang di kolong jembatan layang

JIKA LANGIT SUDAH BERSIH

Duh bergetar hatiku siapakah yang mengintai

Aku tak bisa melihat apakah bulu matanya lentik

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler