Skip to Content

TAK KUTEMUI LAGI

Di sini
Di kotaku
Tak ku temui lagi
Anak-anak bermain petak umpat
Atau bermain gasing menunggu
Senja tiba
Cerita lama telah terkubur
Ketika alat-alat elektronik
Telah masuk kerumah-rumah kita
Menggilas mampus tradisi lama
Lalu kemana pantun
Kemana gurindam
Kemana syair. Kemana seloka
Kemana 

Anak-anak tidak lagi
Menghadap rehalnya
Mengheja alif ba ta
Diganti meja-meja komputer
Yang menghapus mata-mata mereka

Di sini
Tak kudengar lagi suara kentongan 
Dan suara beduk yang sahut sahutan
Mengantarkan suara azan magrib tiba

Orang-orang bermandikan cahaya
Di tengah etalese plaza
Yang pada akhirnya
Anak-anak kita, lahir esok atau lusa
Cuma bisa mengerip cinta dan nyawa kita




Sastra mandiri, tbh: 27-7-2010


Komentar

Tulis komentar baru

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.
CAPTCHA
Pertanyaan ini untuk menguji apakah anda adalah pengunjung manusia dan untuk mencegah spam secara otomatis.
Image CAPTCHA
Tulis huruf-huruf (tanpa spasi) yang terdapat dalam gambar.


Komentar terbaru