Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Puisi

Saat Ini

Menunggu sepi menepi

Dalam sendiri yang sunyi

Semua gelap, tak terdengar

Air mata terurai berbaur bumi

Menahan ingin

Menerima kemustahilan

Kenari di pagi hari

Jalan ini tetap saja sepi tanpa polusi

Masih juga ada embun menetes

Hujan semalam masih terisa

Basahi tanah leluhurku

DIAM

Buat apa aku bersuara

Kalau hanya akan jadi cemoohan saja

Ada baiknya diam

Tapi berpikir dan menunggu waktu fajar

Salam kenal sobatku Dr Robert Arjuna

Di tengah hiruk pikuknya orang di airport,

seorang tiba - tiba menyapaku

dengan sapaan tulus tanpa dibuat -buat

Dan kujawab dengan senym yang lebih ramah

Pulpen tanpa tinta

Tidak bisa  lidahku berkata apa

bukan berati tidak bisa tertuang

menunggu ....adakah  jalan terbaik

bagaimana memulainya..

Kupandangi Kulit Lilinmu

Normal 0

Sajak-sajak Rindu

Darahku Merindu

Seraut Wajah di Karimunjawa

Normal 0

Pesan Partere

Pada kemiringan bukit itu

Aku

menatap
sebuah pohon besar dengan dahan yang menyebar ke kiri dan ke kanan

Dia
ditemani kolam yang menelaga di sebelahnya

 

Sampaikan Sajak Ini

Jika Tuhan mempersilahkanku untuk terlahir
di dunia

Aku tak ingin terlahir dari rahimmu  

Jika pun demikian, aku lebih memilih untuk
mencintaimu saja

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler