Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Puisi

TADI MALAM

satu detik tadi malam tunggul buruk dibakar api rindu

bara api rindu merambat ke dalam tanah membakar akar

KUNING HITAM PUTIH

kuning dan hitam yang lebur menjadi putih

siang malam dipuja dan dipuji tanpa letih

titik air mata tapi itu bukan dari sedih

BADAK DI LAMPU MERAH

penunggang kuda lumping di lampu merah

cetar cambuknya lemah tidak membelah

wajahnya gelisah nafasnya terengah-engah

HE RAME RAME

he aku tanya ada apa pagi rame-rame

di udara siang malam ada bau bangke

jelas ini bukan pesing pipis pete

PUTIH TAK TERHITAMKAN

seerat apapun menggenggam putih tak terhitamkan

hingga ada batas siang malampun hitam tak terputihkan

BARIS DAN BAIT NERAKA SIAPA

jika sayap-sayap diikat bagaimana ‘kan bisa terbang

tangan ditetak putus bagaimana ‘kan bisa menggapai

PUTIH HITAM REMUK REDAM

hitam pada putihmu membuat aku terhempas

karena kuning pada putihmu kulepas

lalu semua menjadi jelas

BIBIR BIBIR

bibir bibir yang pecah

bibir bibir yng basah darah

bibir yang rusak parah

bibir yang busuk bernanah

JEMARIKU TAK IKUT KAKU

karena kelu yang dahulu telah menjelma menjadi bisu

dan lidah telah kaku tak kuasa berkata-kata

SUARA BATU BATU BISU

aku terpasung pada dinding tembus pandang

dinding dengan lukisan wajah serba cinta

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler