Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Puisi

SELAPIS BUMI TUJUH LAPIS LANGIT

 

kesatu Ngit, permisi, numpang lewat, aku ingin melihat dari sini

Eit, tidak bisa, ayo balik lagi, ini langitku, bukan langitmu

SALAMUN ALAYKA YA KH

Bahasa cintamu tampak pada wajah pucat
Kemudian memerah bara pada butiran keringat
Tak ada tulisan tak ada bahasa tersurat 

MENYAPAMU

 

kota tua kita beda

 

201606190419_Kotabaru_Karawang

Puisi-puisi Fathor Razi

KUKIRA DETIK INI

kukira, detik ini

kesetiakawanan kita menjadi “tanya”

dunia benar-benar tak selebar daun gelombang cinta

Namamu

Ada segelintir kata
yang kusitir dari kelam
Mengambang lantang
di lubuk paling dalam.

Abjadnya tersenggal-senggal
Menolak tanggal tinggal di pikiranku
yang terlanjur bebal

Gerombolan bersarung peci

Kaki kaki tak lagi menahan

kala letihku paksa hempas tubuhku

layu berkerudung lelah hati dan diri

mencoba menapaki hari demi hari

Mungkin

Pertemuan

Pertemuanku yang kedua

denganmu, cintaku bersemi kembali

tak terbagi

bersama letih dan sakit

 

Perjuanganku tak tergambar kanvas

Lorong Waktu Sebuah Jiwa

“Lorong waktu sebuah jiwa”

 

(Anak )

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler