Skip to Content

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa
Hidayatul KhomariaDua Ratus Kalimat Cinta ...kesaSajak Ombak

Karya Sastra

canzone di pioggia

dan hujan

benamkan lelah

saat mata hilang pasrah

pada kedalaman pejaman

 

maka,

mengalirlah sunyi

Tarian Tubuh

akhirnya

kau kirim seikat tanya

 

kapan rindu berlabuh

pada separuh subuh

merayu terus tumbuh

dalam tarian tubuh

 

Kepada Delinda

|1|

Delinda

Tiga puluh hari

Semenjak engkau menentukan pilihan

Lalu bulan baru itu berlalu

Menjadi tegak tekad di bumi

Aku yang tersunyi

SETUPATINGGI

 

Perawan dalam kesunyian di tepi puisi

Biarlah menepi kesetiap renung kontemplasi

Altar pertapa tak elok bila terkoyak polusi

Janji Sepasang Merpati Di Situ Patinggi

Cerpen: Tora Kundera*

Disebuah Situ dipinggiran Kota Depok, tepatnya diperbatasan antara Kelurahan Leuwinanggung dan Kelurahan Tapos, pernah menjadi tempat memadu kasih sepasang merpati putih. Mereka berdua selalu bertemu dirimbunnya pohon asem, diantara ranting-ranting yang berayun perlahan dihembus sepoi angin sejuk.

DERITA SENJA

Sang waktu pun tak sanggup menangkis

Senja yang telah lalu semakin terkikis

Duka lama bersimpuh pada deras air mata tangis

SERAUT SURAT PERBANI

Waktu berjalan bermakna

Menghitung mundur waktu - masa - semua

Sepenggalah iktibar matahari senja

Cerita perjalanan nan sunyi-lama

 

Pesimis

Indonesia adalah negara Demokrasi

Tlah menyelenggarakan pesta demokrasi sebanyak empat belas kali

Tiap pesta demokrasi dimulai selalu di tebar janji- janji

Seperti

Kesombongan

Aq Pernah Melihat Orang yang sombong

Sombong dalam ucapannya..

Sombong dalam pikirannya

Sombong dalam sikapnya

Sombong dalam cara matanya memandang...

Sombong dalam cara hatinya merespon

Kesombongan seakan telah menjadi Raja atas banyak hal

Sehingga terkadang mereka lupa bahwa Kerendahan hati

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler