Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

Padam

Padam

aku masih mencintaimu
jutaan orang mungkin akan menyebut itu basi
tapi rasaku tak punya kadaluwarsa

sekuat apa pun kau usir aku
di sudut hatimu jua aku pergi
sembunyi

Habis Gelap Terbitlah Terang

Saat semua tak di mengerti
Saat semua terasa tak adil
Bukan jawaban yang kau inginkan
Tapi luahan gejolak kekecewaan yang berhamburan

Hati, pikiran dan kata - kata

Carik Kehidupan

Daun yang jatuh, tak pernah menyalahkan angin

Pantai yang terkikis tak pernah menyalahkan ombak

Wajah Ndesomu, Anakku!

WAJAH NDESOMU, ANAKKU!

 

Kok…

Bukankah ini kota?

Kok …

Semacam tak beranjak dari desa!

 

BINGKAI MEMUDAR

BINGKAI  MEMUDAR

 

Bukan memujinya cukup hanya mengatakan betapa indah

Jangan lagi mengalah

Tetap katakan salah

Padaku

TERSAYAT

TERSAYAT

 

Kemiskinan  kata-katamu berbuah cacian

Berhamburan dari mulut tak beraturan

Berikan sayatan, aku tergores

Pembatalan Ikrar

Pembatalan Ikrar

 

Semusim berlalu bersama semilir angin senja

Tak akan risau saat rindu telah membidik

Kau hanya angin itu

Tempat Kau Ada

Hati adalah ruang syahdu

Secarik Surat

Bagaimana kabarmu?

Apakah rumahmu selalu ramai dengan ketiadaanku?

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler