Skip to Content

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Dua Ratus Kalimat Cinta untuk Mey

Lantunan ayat-ayat cinta itu kembali hadir dalam kemarau hatiku yang kian gersang, dua ratus ayat cinta itu menggantikan sembilan puluh delapan harapan yang hanya menjadi kenangan yang kian menyesakkan. Kini seratus dua harapan baru telah menjemputku untuk menjadi wanita yang paling sempurna setelah jubah hitam sempat menyelimutiku saat aku merasa benar-benar rapuh.

Joan UduPerempuan Jalangannisa rizka roselinaSembunyikan Waktu
Mega Dini SariMungkin Aku LupaHidayatul KhomariaDua Ratus Kalimat Cinta ...

Karya Sastra

Manusia Gerobak

Melangkah tanpa alas kaki

sambil mendorong gerobak air

Panasnya jalan pukul dua belas siang

Seakan tak dirasakan ketika dia tersenyum

Kataku,

Pulanglah Ayah

Sembilan tahun sejak hari itu

Tak lagi kulihat wajahmu

Ayah...

Recehan adalah harga diriku

Karna recehan juga kau menghempaskanku

Ayah...

Kursi

Hei!

Kursi itu buat duduk

Jangan engkau naiki degan sepatu penuh debu

Kamu tahu,

Dia ada karna tetesan peluhku.

2008 di Pinggir Selokan

Pagi menjelang siang tadi, anak laki-laki saya, Keenan, tiba-tiba menarik tangan saya dan menggiring saya menuju sendal capit yang terparkir di teras depan. Saya sudah hafal aktivitas yang dia maksud, sekaligus rute perjalanan yang menanti kami.

SESIAH TERAKHIR

Belantara Hanibung, Tanah Bumi Sekala Bgha tahun 1289 Masehi

REFRAIN PENAKLUK

1. kami dititis dewa
aliran darah ini terbaur
syailendra dan meurah silu
nenek moyang kami perantauan
pasai dan pagaruyung
penegak risalah yang belum terkabar

JALAN KERIS

SAJAK M. HARYA RAMDHONI JULIZARSYAH


JALAN KERIS I


sejak moyang kami belajar berdaulat,
peralihan kuasa selalu berakhir

Hidup....

 Kehidupan itu layaknya air yang mengalir, setiap kali melewati jalur yang sama, mengalir dari tempat yang tinggi ke tempat yang rendah, mengikuti bentuk dari setiap permukaan yang dilaluinya, namun engkau tidak akan menemukan aliran air yang persis sama untuk kedua kalinya.

Potret Kota

Ada mawar, ada ros hitam

Tumbuh di taman dan di trotoir

Ada kaki lima yang merana

Bersandar di dinding ketakberdayaan

Diikat peraturan, dianggap sebagai kendala

G O D L O B

SEBUAH PEMANDANGAN CARUT MARUT DI TENGAH-TENGAH SISA PEPERANGAN, SEORANG LELAKI TUA MENGIBAS-NGIBASKAN BAJUNYA UNTUK MENGUSIR BURUNG-BURUNG GAGAK.

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler