Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Karya Sastra

Layang- layang

Tinggi terbang diatas langit mendung

Mega menangis membasahi benang menjulang

Menembus kertas putih yang menjadi sobek

MUSIM PANAS MENUNGGUMU

Sumpah
kau telah menggigilkan roh-roh di savana
yang tengah bertapa sekian ratus tahun lebih
dari patahan-patahan keraknya dia pun mengerti

SELANGIT

pada waktu itu burung-burung
menjadi tak bersayap
"Telah ku iklaskan pada para malaikat yng selalu setia pada Tuhan.

BUKU CATATAN

dari buku catatan

penuh coretan

selembar halamannya jatuh

menekan pundak kita

 

huruf-hurufnya berdansa

meneriakkan mimpi

MULUT

mulutmu adalah sebungkus lahar

yang dimuntahkan gunung

di musim kemarau

FIRASAT BU LIK KOEM

 “Mengenang Almh. Bude Hastuti Soekirno”

 UNTUNG. Nama lelaki itu tak pernah benar-benar lenyap dari ingatannya. Lebih dari empat puluh tahun peristiwa itu telah berlalu. Namun kenangan bersamanya seringkali menyapa dari balik lemari masa silam.

WASIAT TERAKHIR

kutulis surat ini untukmu anakku terkasih.
di bawah remang cahaya damar,
di pojok lamban dalom
yang mulai terbakar.
sekala bgha telah terkepung, ananda!

KAKAWIN PERKARIBAN KITA

: Depri & Dothy

 

kita berkarib bagai tiga pendekar

dari bumi berabad entah.

masalalu berhimpitan dalam

derasnya alam pikir kita.

Legenda Kota Surabaya

Dahulu, di lautan luas sering terjadi perkelahian antara ikan hiu Sura dengan Buaya. Mereka berkelahi hanya karena berebut mangsa. Keduanya sama-sama kuat, sama-sama tangkas, sama-sama cerdik, sama-sama ganas, dan sama-sama rakus. Sudah berkali-kali mereka berkelahi belum pernah ada yang menang atau pun yang kalah. Akhimya mereka mengadakan kesepakatan.

TUANKU, BUMI BERGETAR BUKAN BERGITAR

Tuanku yang duduk disana

Yang termenung memikirkan hargadiri bangsa

Lihat kemari, aku disini terjepit bukit- bukit kemiskinan

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler