Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Karya Sastra

Hijrah Cinta

Hujan tadi malam masih menyisakan rasa dingin yang merasuk ke dalam tubuh. Samar-samar terdengar senda gurau dari sebuah rumah panggung yang bersih dan asri. Tampak di pekarangan rumah berjejer bunga yang sedang bermekaran. Bunga-bunga itu tertata rapi sehingga menambah keasrian suasana rumah itu. Di sebelah kanan terdapat sebuah kolam kecil berukuran 2 x 6 meter.

Surat dari Ibu

Bu Lastri, demikian orang sekampung memanggilnya. Sepeninggal suaminya, ia hidup sendiri di sebuah rumah yang dibangunnya 35 tahun lalu. Rumah itu tampak kusam tak terawat. Tidak ada polesan warna yang menghias dinding rumah tersebut. Lantainya yang belum sempat di keramik telah hancur dan berlubang-lubang.

Asapku Duka Serantau

Asapku Duka Serantau
Karya: Suyatna, S.Pd

Apakah ini sepenggal cerita?
Sebuah negeri di atas awan
Atau hanya sebuah igauan belaka
Pada waktu pagi saat membuka mata

Hujan dan kengan tentangmu

Hujan dan kenangan tetangmu 

 

Aku dingin 

Dan kau masih jauh

resah dan rasa yang tambat diantara inginku dan kau yang menolak dimiliki

Ketika tubuhku di Ranjang

Ketika tubuhku di ranjang

Kau datang sebagai dingin 

Dan angin yang kadang kadang tenang dalam kenangan

Ketika tubuhku diranjang 

Konspirasi Babi-Babi

Pudarlah elegi tentang omong kosong..

Cinta, suka, damai dan kemunafikannya..

Harmonis tak berada di kolong langit..

Asa-asa hanya sekedar fiksi belaka..

 

Aku Mencintaimu dengan Moral

Di sini, di jalan sesak penuh benci

Tempat kita siapkan sebuah acara wedding

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler