Skip to Content

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Sembunyikan Waktu

Bayangmu yang menyapaku dalam setiap malam.

membuat hati menjadi risau karena rindumu.

ku tuliskan goresan pena untuk memanggil namamu.

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang
annisa rizka roselinaSembunyikan WaktuMega Dini SariMungkin Aku Lupa

Karya Sastra

Cerpen Akhmad Zailani Ikan Bakar Mamat dalam Buku Antologi Cerpen Jurnalis Kaltim

 

5 (Lima) wartawan berkumpul lalu menerbitkan buku antologi cerpen. Tujuan utamanya untuk menggairahkan sastra khususnya cerpen di Kalimantan Timur. (Kaltim). Sudah ada dua buku kumpulan cerpen yang sudah diterbitkan oleh jurnalis Kaltim ini.

Filantropi Rindu

 

“Jika rindu itu marabahaya,

mungkin aku adalah orang pertama kali

yang akan celaka.”

Sebuah Makna Rumit tentang Aku dan Kamu

Dia yang jiwanya ditempa. Oleh kadar ya dan tidak belaka. Sesungguhnya ada dan tiada adalah halangannya menuju dinding suci penuh memori.

Aku dan Engkau

Sembilan tingkatan surga, laut pada rembulan itu saat perahu ada-ku. Tenggelam dalam lautan rindu

Kisah Budak Pengembara

Bersama haluan yang memecah ombak

Kukejar senja di ufuk barat

Angin yang menerpa

Menambah aesthetic romance di dada

 

Sajak Koran Mingguan - Muhammad Rois Rinaldi

Sajak Koran Mingguan

 

I/

Ada balita busung lapar  dikubur pagi ini!

“Sebab tidak diberi makanan sehat sempurna.

Aku Terlempar

 

: Lanskap Malam Pergantian Tahun

 

Aku terlempar di batu-batu yang dipecahkan waktu

Baru kemarin pembawa talam kencana kembali pulang

Senyap Menggema

Senyap risau hati menggema,

Penuhi kubangan rasa yang larut.

Berbahasa sederhana, berkata-kata dalam.

Masuk ke kolong-kolong pikirku.

 

Tabuh Keheningan

Sebentar terbang,

Sebentar hinggap,

Kadang tinggi,

Kadang merendah,

Redup luruh 

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler