Skip to Content

Mungkin Aku Lupa

Aku mungkin lupa

dimana kusimpan aroma hujan

yang kauberi padaku waktu itu

Juga warna mata dan rona senyummu

 

Renjana

Renjana

Oleh Iyus Yusandi

 

senja kini

lembayungmu tak ronakan semburat jingga

Sajak Ombak

Ada yang ingin disampaikan ombak

melalui gulungannya

sesuatu yang ingin ia ceritakan

bersama deburan

tapi, selalu tertahan di bibir pantai

Perempuan Jalang

PEREMPUAN JALANG, 1

 

Di perempatan kota, sepasang mata jalang menyala

senyum-senyum mungilnya hangus terbakar tanduk-tanduk kerisauan

Mega Dini SariMungkin Aku LupaIyus YusandiRenjana
kesaSajak OmbakJoan UduPerempuan Jalang

Karya Sastra

LANGIT PAGI DAN BULAN PUCAT

Pagi redup di langit timur cerah di langit barat

Di langit barat yang cerah ada bulan bulat pucat

PANGGUNGNYA JALAN SETAPAK

Seperti ombak bergulung berkejaran lalu berderai

Pecah berbuih di bibir pantai

Seperti itulah tarian ini harus selesai

MUHAMMAD

Empat yang tujuh

Utusan yang utuh

 

201702031258 Kotabaru Karawang

MIMPI YANG AKAN HILANG

kini tak ada lagi yang harus diucapkan

simpan saja semuanya dan jadikan kenangan

MALAM SEIBU BULAN

kucari malam seribu bulan pada dawai biola

satu biola empat dawai aku mainkan empatbelas

menelusuri ruas jariku

KUNCI EMPAT TIGA

hai mari sebentar kita jalan bersama

untuk melihat empatbelas pertama bilangan prima

dalam alqur”an tempatnya nyata

FAJAR DUA

satu

engkau jelas dalam dua

satu dua

engkau jelas dalam tiga

satu dua tiga

MASIH PANTASKAH

aku tak tahu apakah engkau yang pergi

atau aku yang meninggalkan engkau

yang terasa adalah aku terpanggang dalam sepi

KUTATAP CINTAMU

Dengan sentilan jari engkau melukis cinta

Pada lempengan tanah serambi mekah

Tubuh-tubuh rubuh runtuh luka jiwa luka raga

MARI BERJALAN BERSAMAKU

Jangan katakan ada api jika hanya asap yang kau lihat

Jangan pula kau katakan ada api saat ke api itu kau hanya dekat

Sindikasi materi

Bookmark



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler