Skip to Content

# puisi

Desember Lagi

Anggap saja seminggu yang lalu

GERIMIS RINDU

 

Gerimis  menghantar serpih rinduku yang hampir punah,

Kelubuk jiwa yang depermainkan batuan dan anyir lautan

Seketika cabikan memory melukai imajinasi,

menunggu hujan

payung besar sudah ku bentangkan barangkali ada hujan yang menetes dan menyapa dengan kerumitan bahasa nya yang sejuk
entahlah itu sebuah bahasa atau hanya sebuah kenyamanan

Nyamuk

 Nyamuk

Dipagi yang sunyi

Dihari yang cerah ini

Ku duduk menepi

Menyambut hati yang sepi

 

ku nikmati setiap senyummu

entah apa yang ku teguk saat kau tersenyum, racun, madu, ataukah hanya ampas

senyummu seperti menguntai beribu makna lengah sedikit aku menjadi tumbal perasaan

Alam Menangis

Seindah alam melebihi  lukisan dalam kertas.

Tuhan telah menggambarkan alam yang indah dan luas.

Memberikan kenyamanan bagi manusia yang hidup di dunia ini

Damai

Kadang alam beri kuasa nya untuk menghentikan pertentangan antara kita (tsunami) titik awal damai aceh...

Tubuhku Berkhianat

Hatiku berkhianat

Ia berani mengkhianatiku

Dengan sombongnya

Ia masih merindukanmu

 

Akalku berkhianat

Terang-terangan ia memikirkanmu

merpati

tebang tinggi

melesat keangkasa

melayang bersama hembusan angin

kemudian menukik bebas

terjun

terjatuh di genangan air

hancur

lebur

Dunia ataukah neraka

Dunia ataukah neraka

Sempatkan diri ini untuk mengungkap sebuah tabir kehidupan.

Ketidak sanggupan  merambat untuk bertahan.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler