Skip to Content

cinta

Ilalang Menusuk Bulan

Malam itu hujan memang tidak datang

Tapi tetap saja dalam batin ada petir bersahutan

Kuhirup udara yang kuharap dapat melegakan

Tapi tetap saja malam tidak dalam senang

KEEGOISAN CINTA

mak, aku ingin berenang di merah rahimmu.

rahim kemurnian. lagi.

seorang wanita seperti dirimu

yang kutemukan setelah kau,

bergumul dengan merah rempah

Kehilangan

Kepada engkau yang telah memilih pergi, datanglah sejenak ke kepalaku, berlarut-lar

Patah Arang

Dibawah gemawan yang menelurkan untaian rinai,

aku memilih pasrah sampai kuyup

dari segala hingar yang menggelayuti,

dari segala bingar yang menjejali.

Akhir Januari

Tetibanya aku di penghujung bulan.

Berdiri di bumi yang begitu basah.

Bukan sebab hujan yang berguguran sepanjang jalan

Lupakan

Tak bisa ku ingat. Rangkai demi rangkai kata. Hari demi hari. Ketia itu bersamamu. Sejenak semuanya hening. Tak ada suara nyaring terdengar di telingaku. Engkau pergi. Entah kemana..

Hujan Desember

HUJAN DESEMBER

 

awan

jatuh hati

pada hujan

sore hari

 

Jkt, 30 Desember 2016

 

Kafeine

Ada bentuk serupa serbuk yang tidak lagi terbentuk

Seiring rindu yang kau coba selamatkan

Rindu yang kuncup

Karena, dalam tatap matamu yang paling binar,

Aku temukan ketulusan cinta yang begitu benar.

dan di rekahan rona pipimu yang paling ranum,

Rasa [untukmu]

Ada rasa yang tak biasa saat semesta mempertemukan kita...
Ada rindu yang meradang kala pertemuan terbungkam sendu yang membentang...

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler