Skip to Content

Ken Zuraida

Berpuisi Secara Wiji

Nama penyair Wiji Thukul tak pernah mati. Ia menjelma sebagai simbol perlawanan terhadap segala bentuk penindasan. Utamanya, melalui teriakan puisi dan karya sastra.

Kini, Wiji masih belum diketahui keberadaannya. Banyak yang meyakini Wiji menjadi korban kebengisan rezim Orde Baru (Orba). Ia diduga menjadi korban penghilangan paksa sejumlah aktivis pada 1998.

Bagai Anak Tiri, Kian Tak Berdaya

Sore itu, 28 Juni 1949, Chairil Anwar dikabarkan meninggal dunia. Kalangan sastra pun berkabung. Berpulangnya 'Si Binatang Jalang' dilanjutkan suasana krisis kepemimpinan pascapenyerahan kedaulatan RI melalui Konferensi Meja Bundar di Den Haag, Belanda. Produktifitas sastrawan meredup. Krisis sastra terjadi.

Merindukan Sastra yang Menggugah Kesadaran

Kesan rindang langsung menyambut ketika membelokkan kemudi mobil ke arah kanan dari Jalan Cipayung Raya, Depok, Jawa Barat. Seakan sulit dipaham, mengapa pohon  jenis jati, mahoni, eboni, bambu, turi, mangga, rambutan, bahkan jengkol bisa terawat rapi di tengah ketatnya persaingan pembangunan kota-kota penyangga Jakarta.

Ragam Wujud Meneguhkan Sastra

Sastra berusaha menggapai perhatian masyarakat di tengah melemahnya minat membaca buku serta fenomena arus deras teknologi digital. Kolaborasi menjadi salah satu caranya.

Sastra Indonesia di Titik Nadir

La Galigo bersemayam di perpustaan Universitas Leiden, Belanda. 12 jilid naskah karya sastra kuno itu disimpan di sebuah ruangan bersuhu 18 derajat celcius.

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler