Skip to Content

puisi kritik

tulisan saya

Indonesia ku hari ini

 

Hari ini

Di negeriku

Penuh dengan perampok-perampok berdasi

mengatasnamakan kepentinganrakyat namun pelan-pelan menjadi parasit bagi kehidupan rakyat

 

Sekarang

Ibu pertiwiku tengah menangis

melihat putra-putri kesayangannya saling mencela

saling menumpahkan darah penuh emosi

BAWALAH JANJIMU BERSAMA SEHELAI KAIN PUTIH BERNAMA KAFAN (Sebuah Catatan Kecil tentang Sekelumit Kekecewaan pada Pesta Demokrasi bernama Pemilihan Umum)

: kepada Anggota DPRDSU Fraksi PAN yang meninggal kemarin sore tanggal 9 Januari 2014

kau lihat janjimu menguntit helaan nafasmu yang tersisa

apakah Bangsa ini

Apakah bangsa ini ?

 

 

Bangsa Indonesia, bangsa Terbesar

Besar kekayaanya besar kemiskinanya

KARENA AKU JUGA LELAKI

kau eram rindu sepikulan beban pada lelaki pencuri

hati dan waktu luangmu hilang percuma sebabnya

kemaruk tak berkesudahan menetak setiap inci tubuhmu

BOLA OH BOLA

setan setan pun senang bermain dan menonton bola
bertanding taruhan di ruang gelap tertutup
bolanya kepala manusia
yang ditendang bolak balik
membentur tembok
sampai penyok

AMPLOP

dongeng tentang amplop
yang terbuat dari kertas coklat
isinya duit
kalau isinya padat
diterima dengan baik
kalau tipis
jangan coba menyuapku ah
memang cantik yang padat dan gemuk

tangisan anak negri

zaman telah berubah begitu tajam..

langit putih di negeri ini memudar.

berubah menjadi tangisan kehitam-hitaman.

begitu kejamkah dunia??

untuk penguasa

engkau semua apakah mengerti hidup??

balada kaum bawah 3

sinar merah pertanda matahari tenggelam...

tak satupun merasa kelelahan kecuali mereka kaum kecil..

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler