Skip to Content

puisi kritik sosial

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

API DALAM SEKAM

Api dalam sekam

damai yang berasap

bara yang tertutupi tumpukan sekam

 

Api dalam sekam

dendam atau kebencian yang terpendam

Onak Negriku

Sudah sejak lama,                                            

TERIMA KASIH PAHLAWAN

Pahlawan yang telah gugur itu

laksana daun-daun kering yang jatuh

perlahan menyentuh bumi

dan bumi pun menerimanya

dengan penghormatan yang tak terkira

Daun Semanggi

Daun Semanggi, Daun Semanggi
Betapa cepatnya hari ketika udara mencari wangi
16 tahun sudah lentera musim gugurnya
16 tahun sudah bayi-bayi jadi pemuda

Sajak Matahari Turun Ke Kota

Sajak Matahari Turun Ke Kota

 

 

Matahari matanya mendelik

Sumur Buaya

Sumur  Buaya

 

Ada banyak anak-anak masuk ke sumur buaya

Wahai Penguasa!

Jerit tangis menjelma kritik...

Angan kami menjadi nista....

SELAMAT BEKERJA PRESIDEN RAKYAT

Laksana guyuran hujan

Datang membawa kesejukan

Membangkitkan hijau rerumputan

Merapatkan kembali tanah yang retak-retak musiman

 

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler