Skip to Content

puisi kritik sosial

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

SELAMAT BEKERJA PRESIDEN RAKYAT

Laksana guyuran hujan

Datang membawa kesejukan

Membangkitkan hijau rerumputan

Merapatkan kembali tanah yang retak-retak musiman

 

NOBEL PERDAMAIAN

Terbetik kabar tentang keluguan anak-anak

mendambakan kehidupan dunia yang damai

suara hati sang anak yang ditulis dengan tinta emas

meraih penghargaan Nobel Perdamaian!

TERSENYUMLAH NEGRIKU

Betapa keras dan panjang perjuangan menggapaimu

Hanya untuk mendapatkan seulas senyummu, negriku

 

Sepanjang siang, sepanjang malam, dan sepanjang waktu

Kelamin Kupu-kupu

Pada taman yang hijau
Segala memukau di antara kebanyakan mata
Ditumbuhi pepohonan beracun
Kumpulan para pikun kosong akan rasa
Rasa sesama yang jauh di bawah sana

SENAYAN

Saat-saat seluruh mata memandangmu

Tidak tercium gelombang harum keluar dari pintu-pintumu

Kecuali berita-berita besar tentang perseteruan dan persekongkolan

 

PRAGMATIS

pragmatisme pragmatisme pragmatisme

punggungmu semakin bongkok di makan usia

tak mampu lagi memanggul kepentingan bangsa

PELANGI NEGRIKU

Merah kuning hijau dan biru

guruku bilang itulah warna pelangi

 

warna-warni alami

menyatu padu dalam bening cahaya

 

TERSERAH ANDA

terserah anda mau memandang kebawah dari ketinggian yang mana

selalu ada kota dengan kesemrautan yang dipenuhi orang orang yang lalu lalang

ITU HANYA RASA

Puisi Karya : Melfi Abra

Semua pasti tahu,

rasa itu hanya masalah selera

Dan kamu juga tahu ,

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler