Skip to Content

puisi kritik sosial

DAUN MANGGA

Melihatmu
seperti aku kembali pada hijau yang tertendang 
di dalam gedung berkardus-kardus
riuh dengan celoteh pekerja perempuan 

Sajak Matahari Turun Ke Kota

Sajak Matahari Turun Ke Kota

 

 

Matahari matanya mendelik

Sumur Buaya

Sumur  Buaya

 

Ada banyak anak-anak masuk ke sumur buaya

Wahai Penguasa!

Jerit tangis menjelma kritik...

Angan kami menjadi nista....

SELAMAT BEKERJA PRESIDEN RAKYAT

Laksana guyuran hujan

Datang membawa kesejukan

Membangkitkan hijau rerumputan

Merapatkan kembali tanah yang retak-retak musiman

 

NOBEL PERDAMAIAN

Terbetik kabar tentang keluguan anak-anak

mendambakan kehidupan dunia yang damai

suara hati sang anak yang ditulis dengan tinta emas

meraih penghargaan Nobel Perdamaian!

TERSENYUMLAH NEGRIKU

Betapa keras dan panjang perjuangan menggapaimu

Hanya untuk mendapatkan seulas senyummu, negriku

 

Sepanjang siang, sepanjang malam, dan sepanjang waktu

Kelamin Kupu-kupu

Pada taman yang hijau
Segala memukau di antara kebanyakan mata
Ditumbuhi pepohonan beracun
Kumpulan para pikun kosong akan rasa
Rasa sesama yang jauh di bawah sana

SENAYAN

Saat-saat seluruh mata memandangmu

Tidak tercium gelombang harum keluar dari pintu-pintumu

Kecuali berita-berita besar tentang perseteruan dan persekongkolan

 

PRAGMATIS

pragmatisme pragmatisme pragmatisme

punggungmu semakin bongkok di makan usia

tak mampu lagi memanggul kepentingan bangsa

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler