Skip to Content

PUISI-KRITIK SOSIAL

Indonesia Merana

 

 

Jakarta lumpuh

Batavia tiada

Sunda Kelapa mungkin tinggal nama

 

Ibu kota,

Oh terlalu nestapa

Hujan tak reda

DONGENG REALITA

DONGENG REALITA

By ; Yanti SPd Chaniago

Suatu hari aku berkesempatan mengunjungi sebuah 'negeri dongeng'
perlahan aku memasuki sebuah gerbang kepura-puraan

Pemuda yang Ingkar

Segerombol pasang  pemuda
berdiri merajut asa
mencibir murka prahara
tanah kering diinjak tawa
derap kaki suka

angkuh pemuda nusantara

Merah-Putih Luntur

Jejak pribumi tertusuk duri
ada yang berhenti
ada yang berlari menjauh dari negeri
ada yang menepi
ada yang berteriak lalu mati

ketika perang dimakan oleh zaman

sajak untuk pengeja di ujung senja

sajak untuk pengeja di ujung senja

abangszone.wordpress.com - puisi ini saya tulis atas dasar kekesalan melihatnya banyak org bermuka dua .. sangat oportunis... dunia ini direkayasa sedemikian rupa tanpa ada makna apa2..

Balada Rumputan Zaman

Balada Rumputan Zaman
 

Petaka-petaka hitam

di sela rerumputan zaman

cemas memilin putih mata.

 

Senandung Jelata

Senandung Jelata
 

Di belantara hutan-hutan kota yang terik

jelata bersenandung dalam keluh pelik.

 

Gurindam 99 puisi

Gurundam Satu Aku tabur aroma
Lembutnya senyummu
Dibias cahaya
Bulan engkau sunting aku ditengahnya
Di padang kasihmu

DUNIA GELANDANG

Dalam balutan malam yang datang

Memeluk telanjang kaki-kaki di emperan toko

Pulas dengan gurat letih di keningnya

Mencari dan mengais

Sisa-sisa nasi bungkus

De Javu

De Javu

By: ErviAisyiMundiri

Seolah aku pernah merasakan benar suasana ini sebelumnya

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler