Skip to Content

puisi perjuangan

Puisi Kembang Petani

Saat yang lalu tlah bergulir
Pada detak jam 12 matahari
Desahan nafas sudah terlalu
Panggullah pacul yg berlumuran tanah

Orang-orang dari panji matahari
Aku tlah berkata, kita kuat

Sepah Sekeringat

Debu-debu kota melekat di dahimu, mengikuti lelah yang tiada kalah dari puisi cinta merayu
Kita adalah muda-mudi
Keringat sengat mengalir dari wajah kota dipertuan tuan-nyonya

Keringat Ini

Dan tawamu renyah sekali
Di kubangan kucur keringat bertuan
Tulangpun tak kau banting
Senang juga kau berenang

Sudah aku
Tulang terbanting
Remuk

Walau kucur keringat ini
Sebiji jagung

Sajakku Raden Ayu Jepara

Belum aku hingga mampu sampai mati
Hati yang lukanya dari derai satu dua kata-kata
Dari tajamnya tombak hingga duri terperi
Tiada semua untukku rasa itu

Tapi engkau

Syair Tua Pekik Merdeka

Tujuh puluh satu tahun untukmu
Indonesiaku tercinta
Ada banyak hari yang berlalu sebelum dan lampau
Jika dibanding usia ini
Adalah ukiran sejarah terpahat dalam kenangan

Dan hari itu....

Keringat setia,
Adalah pekik MERDEKA
Tempoe doeloe
Suara lantangmu harus dibayar dengan kucur darah & nyawa
Untuk kini udara yg kuhirup

Gugur bunga syair-syair menangis
Biarkan saja...

Kuda Kayu

Jadilah kuda kayu!
Saat jalan pikir bertemu buntu
Langkahi batu kerikil luka
Hitam putih Hidup ini

Siapa raja gerangan?
Bermurung durja dalam permainannya
Ratu cantik singsingkan lengan baju

Mayor Jono

Kukenakan kembali kacamata usang

Kacamata yang merupakan teman setiaku sampai saat ini

Sedikir berdebu dan kacanya pecah sedikit diujungnya

Kuingat masa masa itu

Aku Ingin Seperti

Aku ingin seperti preseiden soekarno

Yang berjasa untuk bangsa

Yang memerdekaan negeri ini

Yang tanpa pamrih menyelamatkan rakyat yang terkapar 

nada-nada jiwaku

Gersang kering debu berterbangan
Panas bumi menyapa magmanya
Jalanan panjang kaktus berduri
Pasir buta mencari cahayanya
Sesekali suara kentut benda besi
Tak berbau tapi menikam dada

ketika tergores nadi juangku

Sendiri tersedu aku di seja ini, meneguk secakir rindu yang
sedang memanjat di benak ku
Kala dahulu aku, dan mereka sering bercumbu dengan
waktu

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler