Skip to Content

Puisi Religi

episode baru

aku rindu meramu hari dengan katakataku

entah, mungkin pagi ini

 

selaksa pesan yang mengalir melalui jarijemariku

masih terngiang jelas

INDAH PADA WAKTUNYA

Telah kubangunkan fajar
kubentangkan matahari
dari ufuk timur hingga ke barat
tak satupun yang tak Kusinari

Belibis

Oleh : Annie Zulaikha

 

Semenjak petang menjelang dia datang

MANUSIA BUMI

Tidak langit, tidak juga bintang-bintang

Hanya bumi tempat kau berpijak

Tempat kau berpikir menjalani kehidupan

 

malam tersapa

Bukankah malam berkata dingin

Memuncakan raga sembari lara

Bukankah ruang tergeletak angin

Mengajak jiwa berburu asa

 

Di sudut kota aku tertawa

PELAUT TUA DAN SENJA

Seorang pelaut tua berada di bawah naungan senja

Berdiri di tepian pantai, menatap ke lautan lepas

Nun di kejauhan di sana terlihat langit mulai mengelam

 

HAMBA YANG FAKIR

Kulihat engkau

semisal sajak, puisi, amsal, atau apa pun namamu

berlumpur kata berbalut makna

berserak di sepanjang jalan yang kulalui

MATA HATI

Samudera Hikmah-Mu

Lautan ilmu, luas tak berbatas

Mengalun di dalamnya ombak keperkasaan-Mu

Melekat pada segala makhluk yang tercipta

ANGGUR SECAWAN

Aku datang kepadamu

Mengetuk pintu-pintu kesunyian malam

Memohon untuk menjadi cawan anggurmu

Tempat kau tuangkan anugrah kehidupan

 

Kudambakan ia

LAUTAN CAHAYA

Lihatlah lautan cahaya yang luas membentang

Gerak ombak-Nya yang tiada berpantai

Jelajahilah hingga jauh guna mengungkap tabir-Nya

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler