Skip to Content

Puisi Religi

PUISI-PUISI SRI WINTALA ACHMAD

 DALAM SEMBAYANG

 

Melolongkan doa seperti srigala

Atas arakan awan tipis di bawah purnama

INI ADALAH SENJAKU (2)

Cinta merangkak datang

Meminjam mata menyibak bukit putih terang

Memandang dalam rasa gelap melayang

HATI YANG TAUBAT

HATI YANG TAUBAT

Nukilan : Nambo Mudo

 

Di sepanjang perenungan

Ayat-ayat bijaksana terhampar

Sebait arif berbunga lalu gugur

SERAUT SURAT PERBANI

Waktu berjalan bermakna

Menghitung mundur waktu - masa - semua

Sepenggalah iktibar matahari senja

Cerita perjalanan nan sunyi-lama

 

Refleksi

 

Betapa banyak tangisan-tangisan telah kubuat

Berapa banyak keringat yang telah kau cucurkan hanya untuk sesuap nasi

Perjuangan

Malam menepi di ujung subuh

Aku terjaga, seraya merangkak menepis dingin

Dari tempat tidur, toilet berbatu,

hingga membeku di mimbar

Shalat serta dzikir

Malam Bergema

Sore ini sempat ku pikirkan tentang malam

Hanya senyum dan mimpi yang kutawarkan padanya

Bukan lukisan atau dara cantik yang hiasi alam ini

Horarium

 

HORARIUM, 1

Kulinting namamu, Mempelai

(dengan desiran angin, dengan bisikan

lembut liukan anak sungai).

 

Ruang Ini

Mazmur bagimu membubung

meninggikan dirimu mengatasi langit

di ruang berpintu kaca ini

kemuliaanmu mengatasi bumi

seberkas kipasan angin

meniup tengkuk

Jam Sembahyang

Abdi menghantar hati

membawa jiwa

menabur doa

 

Benarkah hati 

sungguh terarah?

bukan terpukau

status sosial

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler