Skip to Content

puisi renungan

MALAMKU YANG LAIN

 

Lihatlah … malam …

Lampu jalanan lampu kendaraan

Berebut terang berebut menang

 

Lihatlah … malam …

Wanitanya dan lelakinya

cahaya

Gelas-gelas kaca yang rapuh

Membawaku kedalam peluh

Aku termangu melihat sosok yang kejam dalam diriku

Dalam sudut gelap mataku

Tersimpan nanar

Hijrah

Terlihat indah

Layak mutiara

Terpandang mulia

Layak permata

Tersohor taqwa

Sungguh kau sholihah

 

Terhanyut hati

Iklas

Ada yang ingin ku persembahkan padamu

Lebih jernih dari air mata dan

Lebih dalam dari ingatanku

 

Sepotong keikhlasan ini untukmu

Kau

Kau hanyalah kata-kata yang runtuh pada pekarangan rumah

menjadi bara api yang membakar isi kepala

kata-katamu yang rumit tidak mampu menumbuhkan padi pada sawah-sawah

Rumusan Kematian

Dari tangga ke-n

Menatap lurus sejauh mata memandang

Menghitung kira-kira,

Berapa anak tangga lagi tersisa?

BUNGA ILALANG DI SENJA HARI

semburat jingga

bunga ilalang terbang

berkilau putih

 

TERANG BULAN DI ATAS RAWA

mari mendekat

terangi rawa ini

oh kunang kunang

 

DI ATAS TITIAN DERMAGA SUNYI

Senja, awan bersusun di atas awan

Cahaya merah jingga  menyebar ke segala ufuk

SEBUAH MISTERI

Suka atau tidak suka

Ketertundukan hati dengan sebenar-benarnya tunduk

Hanya pada kehendak Yang Maha Kuasa

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler