Skip to Content

puisi renungan

PELANGI DI SENJA HARI

Dari negri yang jauh aku menatapmu, Palestina

tanah suci bermandikan darah dan air mata

terenyuh hati mendengar kabar derita tentangmu

 

PESTA TELAH USAI

Biarkanlah hari-hari buruk itu berlalu

cukup tebarkan senyum kedamaian

untuk meredakan segala ketegangan

yang telah mencabik-cabik ketenangan kita

 

KISAH ANAK-ANAK NEGRI MEMBARA

Bumi Palestina membara

asap hitam menyelimuti penjuru negri

dengan bibir bergetar menahan derita

anak-anak palestina menatap langit kemuraman

 

PUTRA SANG FAJAR

Bila telah datang pemimpin baru

putra sang fajar baru kearifan

 

Bersama kita tatap masa depan

bagai si buta memperoleh penglihatan terang

 

TOPENG KEBOHONGAN

Saat langit kemuraman

terasa mencemari kebebasan udara kita

dan kau tidak melihat kebaikan dan kebenaran

kecuali kebohongan di mana-mana

 

WANITA PALESTINA

Wajah-wajah wanita palestina terisak tangis

Menyaksikan berderet mayat korban perang di siang itu

Mayat anak-anak, suami, dan saudara laki-laki mereka

NYANYIAN PULAU KELAPA

O, kau pohon kelapa daunmu melambai-lambai

tegar tegak berdiri di sepanjang pantai

menantang angin menantang badai

kaulah pohon pengayom negri

 

AIR MATA PALESTINA

Di bulan suci tahun ini, darah tertumpah lagi di Palestina

Apa pun alasanmu memburu para pejuang mereka

Apa pun tujuanmu membunuhi anak-anak mereka

PERTEMPURAN PENGHABISAN

Nyanyianmu begitu nyaring wahai prajurit

Bergema diseluruh lembah dan ngarai

 

Anganmu terlalu tinggi wahai prajurit

AKU HANYA MAKHLUK YANG TERCIPTA

Engkau ciptakan aku dan segenap jiwaku dalam hidup ini

Merupakan kuasa-Mu menciptakan segala sesuatu

Engkau tempat bergantung segala makhluk yang tercipta

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler