Skip to Content

puisi renungan

MENCIPTA

Malam panjang remang-remang

Sebuah syair kutuliskan untukmu

 

Seluruh perasaanku tercurah bagai hujan

Bait per baitnya kutuliskan dengan hati terbuka

PINTUMU

Pintumu senantiasa terbuka, hanya dengan satu seruan

di depannya ada jaring penghalang serangga yang ingin masuk

 

Siang hari, ribuan kumbang mendatanginya

PURNAMA DI ATAS SAMUDERA

Anganku menemukan langitnya di matamu

Matamu bagai bulan purnama bersinar terang

Bertaburkan berjuta gemerlap bintang

Kesunyianku hilang di keluasan hamparannya

ANGIN PERUBAHAN

Angin perubahan berhembus kencang

sewaktu-waktu dapat menghadirkan awan gelap

petir dan hujan; terasa hawanya

dunia buas dengan mata gelap kebencian

SINERGI KEHIDUPAN

Sebuah makna lahir karena adanya perbedaan dan harapan

hanya dapat terlihat ketika diri dalam keadaan jernih hati dan pikiran

PENGUASA AGUNG

Aku berdiri di depan sebuah gerbang masa lalu

menyaksikanmu berdiri sebagai sang penguasa agung

engkau tampil dengan segala atribut kebesaranmu

RUANG YANG KUKENAL

Ketika aku masih kecil, siang hari seusai jam sekolah

ku habiskan jam-jam riang, bermain bersama teman-teman

 

LANGIT MERAH JINGGA DI ATAS TALANG UBI

Dulu, saat pagi merekah 

ku lihat langit merah jingga di atas talang ubi

kutilang dan merba berkicau riang dari pohon ke pohon

PENDOPO

Ku kenang jalan setapak masa silam

Ku patahkan reranting rimbun penutup jalan

Ku dengar bisik-bisik dibibir yang dahaga mendatangimu

JARING API

Keheningan tak berdenyut, jam dinding kehilangan detak

Saat-saat kapal berlayar dan berlabuh dalam hempasan ombak

Angin membara menebar jaring api ke bola matamu

 

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler