Skip to Content

#puisi rindu

Lorong Waktu Sebuah Jiwa

“Lorong waktu sebuah jiwa”

 

(Anak )

Kuali Retak Emak

KUALI RETAK EMAK

 

Emak...

Ceracauanmu membuatku marah

Omelanmu telingaku memerah

Bulan Di Atas Pesantren

Bulan di Atas Pesantren

 

Bulan di atas pesantren

Sore yang kering dengan bismillah ku tinggalkanmu anakku, sayang…

Beterbangan angin membawa butiran debu

Reformasi Diri

Reformasi Diri

Oleh: Delviani

Siapa yang berdiri di sana?

Mengenakan merah di sudut taduk maut

Ayunkan bambu runcing

Terkadang Semua Tak sulit

Terkadang Semua Tak Sulit

 

Setiap hari

Ya..

menelan ludah menjelang siang

menahan lapar

 

Kesemuan Nyata

Kesemuan Nyata

 

Tubuh dan jiwa tak menyatu

Bagai berada di lorong waktu

yang berbeda 

 

Adaptasi

Adaptasi

 

Kala terbuat ego jadi empati

Kala tergerogoti prinsip jadi ilusi

Bukan sebuah ekspektasi

Namun telah berubah jadi realisasi

Perspektif

Perspektif

 

Andai bisa ku larung sepi

Selamat bertugas

Selamat bertugas

Gemetar rasa ini

Kacau balau pikir ini

Begitu berat menahan rasa ini

Terhalang tembok yang begitu kuat dan kokoh

Berhenti

Berhenti

 

Aku berhenti

Aku berhenti

Aku berhenti

 

Karena tampak lebih baik lagi jika berhenti

Sudah lama aku tersakiti

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler