Skip to Content

Puisi Sinku Din

PRASASTI PATAH HATI

Rembulan runtuh di pelupuk malam selepas senja meninggalkan
Sunyi mencekam... tak ada senandung malam di lebatnya belukar rindu
Hanya terdengar lolongan srigala di kejauhan

PUISI UNTUKMU

Di sini kita bertemu
Petik waktu atas nama sepi dan rindu
Bernafaslah di dadaku

Di bawah temaram rembulan
Ku sapu letih di wajahmu
Tumpahkanlah keluh hatimu

Kosong

mentari terhalang mend

Intim

Bahasa tanpa kata

 

Segala gerak hati yang menyatu


Inginku adalah maumu


Tak ada selisih buntu tanpa temu


Merekat tanpa celah...

Kembang-kembang Hitam Putih

Kau hantarkan aku ke tepi laut
Menatap ombak bergulung
Celoteh camar bersahutan
Seiring gelap datang menyerang

Kau hantarkan aku ke atas langit

Tak Ada Judul

Jika kata adalah sinar, maka pantulkanlah ke cermin, engkau akan melihat diri

Jika kata adalah api, maka bakarlah air, engkau akan mengerti mengukur diri

Kembang Cantik Dari Timur

Sibukkah harimu...?
Aku datang menyapamu
Sempatkan aku, beri ruang tuk berbincang
Sebagai kembang yang cantik, aku kumbang tertarik
Sebagai kembang rupawan, pesonamu menawan

Ruang, Waktu dan Rindu

Hhhheeemmm....
Langit masih bingung menentukan cerah atau mendung
Kawanku tak jua beranjak dari menung
Selasar rumah, ia mengeja rasa dalam sepi
Merapal rindu...

Andai Dia Datang Menjemputku

Bertalut awan di langit senja
Gelisah kian meraja
Ku hampar ribuan kata-kata mengurai jiwaku
Bersanding jingga meraba bayangmu
Sebentar gelap datang memanggil, penjarakan aku

Kalut

Ingin terbang
Sayap patah
Ingin melesat jauh
Jiwa rapuh

Ingin pecahkan sepi
Pecahkan kalut dalam diri
Ku bentak dinding-dinding bisu
Ku caci dan ku maki

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler