Skip to Content

Puisi Turhang

Sidikalang

Senangnya ku rasa darah ini mengalir
Bagai sungai jernih yang berlari-lari
Keseluruh ujung dan sudut tubuhku
Ketukan jantung ini berdetak mahir
Sungguh nyaman dan harmoni

Hidup Tragis, Mati Untuk Berjuang

Moral.. Emosi..

Di atas aspal panas

Teriakan kejujuran di bawah terik surya

Tidak lebih panas dari kemarahan

yang hanguskan tubuh

Terima Kasih

Kau habiskan waktu di pabrik kotor

Membuat alas kaki

Agar kita terlindungi

 

Detik Nyanyian Waktu

Aku sering bermain dengan siksaan dunia.......................................................................

Persembahan Untuk Tuhan

Di atas gunung nan bebatuan

Hijau ‘tak terbentang luas

Hawa beserta angin panas merangsang

Kebenaran Mumi

hidup ini adalah karya lukisan abstrak
kunyahlah terus hingga kamu bosan
carilah arti dalam dunia nan sesak
carilah apa yang engkau suka
'tak ada yang melarang

Serigala Jalanan

Menatap Liar

rezim dan kutu-kutu

sebagai musuh

 

Tak ada tirai

'tuk berlindung dari terkutuk

mereka 'kan lapuk

 

Kecemasan Otak Pinggiran

Ketika maha bangunan putih berdiri kokoh

Diarsiteki rezim 'tak bernilai, penuh dusta

Mereka di bawah terik surya menyengat

Terkadang hujan dingin tak' bersahabat

Musim Dusta

TERKEBIRI.. MUTILASI..

DIPERKOSA.. TERSIKSA..

IMPOTENSI IMAN KEMANUSIAAN..

HIDUP-MATI PENUH DUSTA..

Lakukan Sendiri !

Aku hendak jadi sarjana

Menumpah sedikit senyum ‘tuk keluarga dan diri sendiri

Aku tidak butuh fasilitas yang mewah

Tidur tidak tepat waktu, untuk pergi lagi setiap pagi

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler