Skip to Content

Renungan

Tusuk Menyentuh Angin dan Hujan

Agung Wijaksono (KupuSara)

 

angin menusukku

tusuk angin menyejukan sanubariku

tusuk angin melembutkan hatiku

tusuk angin mendamaikanku

Diluar Naluri

Mengais puing puing terserak
Antara ketundukan dan pembangkangan
Meski percaya adalah sebuah keniscayaan
Tetapi
Jiwa ini bukan bias cahaya syurgawi

Untuk Langkah Kecilku

Menakar kelayakan dan kepantasan
Untuk menjadi tekukur penanda waktu
Atau menghambur kicau laksana murai batu
Adalah serangga serangga malam sebagai penentu

MAWAR DESA DI LORONG KOTA

Sebuah kota
Sebuah lorong gelap
Menulis kata
Engkau keluar lorong
Menuju laut malam

KELAPA TUA JATUH DAN HANYUT

angin kencang berhembus dari arah pulau-pulau kecil
ombak pasang menggeliat tinggi di pantai Bukit Batu
mengobok-ngobok lautan, memuntahkan isi perutnya

ROHINGYA ROHINGYA ROHINGYA

Ketika mawar menonjolkan duri-durinya

Ketika kelapa menonjolkan batoknya yang keras

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler