Skip to Content

SuArA hAtI

Buat BERHENTI!

Kau tak tahu,

seberapa hati ini kelu,

Ditumbuk keluarga,

Jadi tak berguna.

 

Kalau kuceritakan,

pastikan sejuta lembar,

ah,

Halo malam, apa kabar?

Halo malam

Engkau tiba begitu saja

Memelukku begitu erat

Namun apa daya

 

Rontaku dipisah samping

Matahari terbelit awan

Begini mendingan mati..

Apa lagi hidup?
Kebebasan saja tak ada
Dipaksa ini dipaksa itu
Semua berubah jadi neraka
Ketika santai, menghitung satu
Tiba-tiba, semua terbang
Di hati ada waktu
Di bumi ada kenyataan

Malam berganti Siang

Angin berhembus di malam hari,

Tanda siang takkan tiba,

Padi dibuai sang petani,

Merunduk, seakan iba.

 

Tiba pagi terang,

Matahari terlalu benderang,

Hingga semua jadi gosong,

Diujung mirisnya hati kosong.

Kalau hanya ini ...

Inilah yang ku miliki

Kepedihan dalam hati

Dulu hingga kini

Semua tak disadari

 

Hei, pemerintah

Hei, pemerintah.
Apakah kalian masih punya otak?

Lihat roda-roda jalan
Debu, jelaga, lalat
Semuanya tak begitu berguna lagi

Semua tak berguna!

Pemerintah berjanji,
"Akan kukabulkan,

Malam sembrono, Sunyi kacau, Dunia terjaga

Hee...
Mengapa tetesan air di daun tak pernah jatuh?
Mengapa sang pencuri tak pernah hilang?

Saat rajawali mati, saat korupsi berkembang
Saat merpati mati, saat nepotisme berkembang

Kegelapan Arus

Racun mengalir dalam darah
Arus danau jadi selam
Kami semua kehilangan arah
Akal budi jadi kelam

Tak bisakah, semua ini berhenti?
Penyiksaan
Penyanderaan
Pencurian
.
.
.

rindU Belia

Tak bolehkah, sang belia rindu?
Bukan tentang cinta, bukanlah kasih

Seperti dibalik tulisan musnah ini
Meratap gadis yang belia

Dia rindu, bukan pada kekasih
Dia rindu, bukan pada sayang

Nd Kelar

Tape ulangan deng pr nd akan kelar!!!!!

Sindikasi materi


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler