Skip to Content

admin

 

Jendela Sastra adalah situs web tempat mengekspresikan gagasan baik dalam bentuk karya sastra, kritik, maupun essay, serta menambah wawasan kesastraan masyarakat Indonesia. Di Jendela Sastra, para pembaca dapat secara bebas mengirimkan dan menerbitkan karya mereka, mengomentari, berdiskusi, dan berbagi dengan anggota dan pengunjung lain.

Informasi Pengguna

Foto admin
Pengguna sedang terhubung Terhubung
Aktif sejak: 02/06/2009

Sistem Administrator

Informasi Umum
Nama: 
Sistem Administrator
Lokasi: 
Bandung, Indonesia
Minat: 

Sastra

Tidak ada tulisan.

JenisTulisanKomentarPengunjung
  adminOrang LainTotalHari Ini
Berita2237,0840
Karya Sastra6
Wawasan1
Bookmark
Dapur Sastra10163928,2351
JUMLAH12254235,3191

Komentar

Foto jufri zaituna

Gelap Dalam Terang

kita tak lagi bisa mengenang awal keberadaan
kecuali kita masih sama-sama mengingat dan melupakan
tak perlu menunggu sampai di bukit-bukit maut itu
semoga kenangan kita semanis jagung bakar di atas batu-batu kebencian
sampai asap, debu, dan arang menuliskan kedewasaan ini
yang kian merubah arah musim bertandang
meriwayatkan nama-nama rindu yang belum sempurna mengukir pertemuan

dekaplah tubuh kita masing-masing
sampai aroma kebisuanmu memaknai peristiwa percakapan
di antara mimpi-mimpi yang sesaat, lalu pergi tanpa saksi
karena sejak itulah kita akan bahwa kesedihan dan kegembiraan
terseret langkah kanak-kanak dan tawa yang terus megabarkan nyanyian luka
bagi rerimbun usia seiring hembusan angin menyertai jejak dongeng-dongeng
menyibak ruang rahasia menjadi beling-beling yang siap menikam jantung kita

langkah jiwa tak kunjung leyap membuntuti pikiran
walau aku lari menyebut nama tuhan sampai semuanya menghilang
tapi kita selalu merasa gelap dalam terang
sebab hidup hanya melayari kesakitan demi kesakitan
yang kita ucapkan dalam belukar percapan
dimana tersimpan segala tempat kedatangan dan keberangkatan
dari pengap merisaukan segala kegalauan

2010

Foto jufri zaituna

Gelap Dalam Terang

kita tak lagi bisa mengenang awal keberadaan
kecuali kita masih sama-sama mengingat dan melupakan
tak perlu menunggu sampai di bukit-bukit maut itu
semoga kenangan kita semanis jagung bakar di atas batu-batu kebencian
sampai asap, debu, dan arang menuliskan kedewasaan ini
yang kian merubah arah musim bertandang
meriwayatkan nama-nama rindu yang belum sempurna mengukir pertemuan

dekaplah tubuh kita masing-masing
sampai aroma kebisuanmu memaknai peristiwa percakapan
di antara mimpi-mimpi yang sesaat, lalu pergi tanpa saksi
karena sejak itulah kita akan bahwa kesedihan dan kegembiraan
terseret langkah kanak-kanak dan tawa yang terus megabarkan nyanyian luka
bagi rerimbun usia seiring hembusan angin menyertai jejak dongeng-dongeng
menyibak ruang rahasia menjadi beling-beling yang siap menikam jantung kita

langkah jiwa tak kunjung leyap membuntuti pikiran
walau aku lari menyebut nama tuhan sampai semuanya menghilang
tapi kita selalu merasa gelap dalam terang
sebab hidup hanya melayari kesakitan demi kesakitan
yang kita ucapkan dalam belukar percapan
dimana tersimpan segala tempat kedatangan dan keberangkatan
dari pengap merisaukan segala kegalauan

2010

Foto Anonymous

lupa

lupa sandi dan nama pengguna.... gimana iniiii...?

Foto admin

lupa sandi dan nama pengguna

lupa sandi dan nama pengguna.... gimana iniiii...?

tinggal klik "Permintaan kata sandi baru", lalu masukkan alamat email anda, setelah itu periksa email anda, sistem akan mengirimkan link untuk me-reset/mengganti password.

 

Komentar

Materi isian ini bersifat rahasia dan tidak ditampilkan ke publik.


Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler