admin
Jendela Sastra adalah situs web tempat mengekspresikan gagasan baik dalam bentuk karya sastra, kritik, maupun essay, serta menambah wawasan kesastraan masyarakat Indonesia. Di Jendela Sastra, para pembaca dapat secara bebas mengirimkan dan menerbitkan karya mereka, mengomentari, berdiskusi, dan berbagi dengan anggota dan pengunjung lain.
Informasi Pengguna
Sistem Administrator
-
Karya Sastra:
SIMPONI DUKA
novrenty — Senin, 16 Januari 2012 - 18:30 — 2 komentar 3 minggu 14 jam yang lalu
-
Karya Sastra:
Awal Pagi
Sige — Jumat, 4 Februari 2011 - 15:26 — 12 komentar 3 minggu 17 jam yang lalu
-
Dapur Sastra:
Tips Agar Tulisan Kita Banyak Dikunjungi/Dibaca Orang
admin — Jumat, 15 April 2011 - 11:15 — 17 komentar 4 minggu 5 hari yang lalu
-
Dapur Sastra:
Cara Membuat Tulisan di Jendela Sastra
admin — Jumat, 28 Agustus 2009 - 16:23 — 16 komentar 5 minggu 9 jam yang lalu
-
Dapur Sastra:
kumpulan cerpen:Novi
Novi Rovika — Jumat, 30 April 2010 - 11:56 — 3 komentar 10 minggu 1 hari yang lalu
-
Berita:
Ekshibisi Teater Nusantara Digelar Dua Tahun Sekali
admin — Selasa, 22 November 2011 - 05:51 — 0 komentar 11 minggu 4 jam yang lalu
-
Karya Sastra:
Sajak Pertemuan Mahasiswa
ombi — Senin, 29 Juni 2009 - 13:17 — 3 komentar 14 minggu 2 hari yang lalu
-
Karya Sastra:
MALAM INI
Agus Salim Mjk — Sabtu, 29 Oktober 2011 - 16:31 — 2 komentar 14 minggu 2 hari yang lalu
-
Dapur Sastra:
Cara Menjadi Anggota/Penulis di Jendela Sastra
admin — Jumat, 28 Agustus 2009 - 10:13 — 4 komentar 15 minggu 19 jam yang lalu
-
Dapur Sastra:
Server untuk Jendela Sastra
admin — Jumat, 29 April 2011 - 21:30 — 3 komentar 31 minggu 57 menit yang lalu
Tidak ada tulisan.
-
Selasa, 22 November 2011 - 05:51
-
Sabtu, 7 Mei 2011 - 23:06
-
Dapur Sastra — Panduan Menulis di Jendela Sastra — Jumat, 28 Agustus 2009 - 16:23
-
Dapur Sastra — Panduan Menulis di Jendela Sastra — Jumat, 28 Agustus 2009 - 10:13
-
Dapur Sastra — Pengumuman — Jumat, 29 April 2011 - 20:59
-
Dapur Sastra — Pengumuman — Kamis, 30 Juni 2011 - 17:38
-
Dapur Sastra — Panduan Menulis di Jendela Sastra — Jumat, 28 Agustus 2009 - 09:54
-
Dapur Sastra — Pengumuman — Jumat, 22 April 2011 - 06:30
-
Dapur Sastra — Obrolan Santai — Jumat, 29 April 2011 - 21:30
-
Dapur Sastra — Panduan Menulis di Jendela Sastra — Kamis, 23 Desember 2010 - 10:06
-
Dapur Sastra — Panduan Menulis di Jendela Sastra — Jumat, 15 April 2011 - 11:15
-
Berita — Sabtu, 7 Mei 2011 - 23:06 — dibaca 5,714 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 15 April 2011 - 11:15 — dibaca 4,844 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 28 Agustus 2009 - 16:23 — dibaca 4,770 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 28 Agustus 2009 - 10:13 — dibaca 4,062 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 28 Agustus 2009 - 09:54 — dibaca 3,185 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 29 April 2011 - 21:30 — dibaca 2,514 kali
-
Dapur Sastra — Kamis, 23 Desember 2010 - 10:06 — dibaca 2,334 kali
-
Dapur Sastra — Kamis, 30 Juni 2011 - 17:38 — dibaca 1,429 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 22 April 2011 - 06:30 — dibaca 835 kali
-
Dapur Sastra — Jumat, 29 April 2011 - 20:59 — dibaca 779 kali
| Jenis | Tulisan | Komentar | Pengunjung | ||
|---|---|---|---|---|---|
| admin | Orang Lain | Total | Hari Ini | ||
| Berita | 2 | 1 | 3 | 6,002 | 13 |
| Karya Sastra | 5 | ||||
| Wawasan | |||||
| Bookmark | |||||
| Dapur Sastra | 9 | 11 | 30 | 24,752 | 6 |
| JUMLAH | 11 | 17 | 33 | 30,754 | 19 |
Komentar
Gelap Dalam Terang
kita tak lagi bisa mengenang awal keberadaan
kecuali kita masih sama-sama mengingat dan melupakan
tak perlu menunggu sampai di bukit-bukit maut itu
semoga kenangan kita semanis jagung bakar di atas batu-batu kebencian
sampai asap, debu, dan arang menuliskan kedewasaan ini
yang kian merubah arah musim bertandang
meriwayatkan nama-nama rindu yang belum sempurna mengukir pertemuan
dekaplah tubuh kita masing-masing
sampai aroma kebisuanmu memaknai peristiwa percakapan
di antara mimpi-mimpi yang sesaat, lalu pergi tanpa saksi
karena sejak itulah kita akan bahwa kesedihan dan kegembiraan
terseret langkah kanak-kanak dan tawa yang terus megabarkan nyanyian luka
bagi rerimbun usia seiring hembusan angin menyertai jejak dongeng-dongeng
menyibak ruang rahasia menjadi beling-beling yang siap menikam jantung kita
langkah jiwa tak kunjung leyap membuntuti pikiran
walau aku lari menyebut nama tuhan sampai semuanya menghilang
tapi kita selalu merasa gelap dalam terang
sebab hidup hanya melayari kesakitan demi kesakitan
yang kita ucapkan dalam belukar percapan
dimana tersimpan segala tempat kedatangan dan keberangkatan
dari pengap merisaukan segala kegalauan
2010
Gelap Dalam Terang
kita tak lagi bisa mengenang awal keberadaan
kecuali kita masih sama-sama mengingat dan melupakan
tak perlu menunggu sampai di bukit-bukit maut itu
semoga kenangan kita semanis jagung bakar di atas batu-batu kebencian
sampai asap, debu, dan arang menuliskan kedewasaan ini
yang kian merubah arah musim bertandang
meriwayatkan nama-nama rindu yang belum sempurna mengukir pertemuan
dekaplah tubuh kita masing-masing
sampai aroma kebisuanmu memaknai peristiwa percakapan
di antara mimpi-mimpi yang sesaat, lalu pergi tanpa saksi
karena sejak itulah kita akan bahwa kesedihan dan kegembiraan
terseret langkah kanak-kanak dan tawa yang terus megabarkan nyanyian luka
bagi rerimbun usia seiring hembusan angin menyertai jejak dongeng-dongeng
menyibak ruang rahasia menjadi beling-beling yang siap menikam jantung kita
langkah jiwa tak kunjung leyap membuntuti pikiran
walau aku lari menyebut nama tuhan sampai semuanya menghilang
tapi kita selalu merasa gelap dalam terang
sebab hidup hanya melayari kesakitan demi kesakitan
yang kita ucapkan dalam belukar percapan
dimana tersimpan segala tempat kedatangan dan keberangkatan
dari pengap merisaukan segala kegalauan
2010