Skip to Content

November 2016

Tangisan

Coba bayangkan mata ini melahap senyuman dari raut wajah mereka.

Terlintas merebahkan sebuah kejayaan tanpa suatu syarat.

Memperkosa Malam

Memperkosa Malam

Malam datang dengan tiba-tiba
Berjalan bersama hembusan angin yang terluka
Mengetuk pintu kamarku kala waktu kesunyian

PULPOM LAND

PULPOM LAND

batukah aku

aku dengar eluan namaMu

tapi bagiku itu hanya nyanyian tak bermutu

dendangan penghormatan kepadamu serasa pengganggu tidurku

selalu seperti itu

Aku Tidak Tahu

Karena tidak setiap kata

Terlihat ilmiah susai fakta

Ini cerita cinta

Bukan skenario fiktif belaka

 

TENANGLAH, AKU TAHU

Melihatmu

Seperti aku tertendang pada elegi beberapa tahun lalu

Dijamu dalam buih

Dirangkul di ujung embun

 

"Intan diatas Mahgrib"

Sesaat mencapai senja..,

Tampak kumpulan intan dibalik daun mahoni..,

ajarkan aku tuk lupakanmu

tolong...

ajarkan aku tuk lupakanmu.

disaat hujan deras..

kuberharap tetesan air mampu lunturkan semua kenangan bersamamu

Sang Alam

"Riuh angin yang berhembus 

Seakan mesra menyentuh telingaku

Menyajikan panorama yang asri

Membuat mata tak ingin berkedip

Kaki yang tak ingin terasa kaku

"Diam"

"Sejenak, 

Ku larutkan diri dalam diam

Memenjarakan rasa yang terusik kesal

Dengan nafas yang memanas 

Ku tatap langit penuh tanya



Terpopuler Hari Ini

Sebulan Terakhir

Terpopuler